Hingga 31 Oktober 2019, Defisit APBN Capai Rp289 Triliun

Senin, 18 November 2019 12:58 Reporter : Anggun P. Situmorang
Hingga 31 Oktober 2019, Defisit APBN Capai Rp289 Triliun Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati merilis kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Oktober 2019. Secara keseluruhan APBN mengalami defisit sebesar Rp289,1 triliun atau sekitar 1,80 persen terhadap PDB.

"Posisi bulan Oktober defisit kita adalah pada angka Rp289,1 triliun atau sebesar 1,80 terhadap GDP," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11).

Sri Mulyani merinci pendapatan Indonesia sampai dengan akhir Oktober mencapai Rp1.508,9 triliun. Angka tersebut sekitar 69 persen dari total target tahun ini sebesar Rp2.165,1 triliun.

"Pendapatan negara terkumpul Rp1508,9 triliun. Ini adalah 69 persen dari target tahun ini," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pendapatan Migas Terkoreksi

Adapun pendapatan negara terkoreksi oleh pendapatan perpajakan dari sektor migas yang mengalami perlambatan akibat pengaruh ekonomi global. Pendapatan perpajakan tercatat hanya sekitar Rp1.173,9 triliun dan PNBP sebesar Rp333,3 triliun.

Sementara itu dari sisi belanja, Kementerian Keuangan mencatat per 31 Oktober telah terealisasi sebesar Rp1.798 triliun. Angka tersebut sekitar Rp73,1 persen terhadap APBN tahun ini yang dianggarkan sebesar Rp2.461, triliun. [idr]

Baca juga:
Beri Kontribusi USD 721 Juta, Adaro Dapat Penghargaan Perpajakan dari Sri Mulyani
RUU Kenaikan Bea Materai Diharapkan Masuk Prolegnas 2020
Atasi Defisit, Indef Sarankan Ada Wajah Baru di Tubuh BPJS Kesehatan
Mengapa BPJS Kesehatan Terus Defisit?
Pemerintah Belum Sepakati Revisi PP Terkait Produk Tembakau
Kata Kemenkeu Saat Asuransi Jiwasraya Ajukan Dana Talangan Rp32,89 T

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini