Hingga 30 Juni, Equity Crowdfunding Himpun Dana Capai Rp290,82 Miliar

Selasa, 3 Agustus 2021 10:54 Reporter : Merdeka
Hingga 30 Juni, Equity Crowdfunding Himpun Dana Capai Rp290,82 Miliar Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengungkapkan, jumlah dana yang berhasil dihimpun melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding/ECF) hingga 30 Juni 2021 tumbuh 52,1 persen. Jumlahnya dana yang dihimpun menjadi Rp 290,82 miliar.

Pasca diterbitkannya POJK Nomor 57 tahun 2020, hingga 30 Juni 2021, total penyelenggara ECF yang mendapatkan izin dari OJK bertambah menjadi 5 pihak. Di samping itu, jumlah penerbit/pelaku UMKM yang memanfaatkan ECF juga mengalami pertumbuhan sebesar 24,8 persen (ytd) menjadi 161 penerbit.

"Jumlah dana yang berhasil dihimpun juga mengalami peningkatan sebesar 52,1 persen (ytd) menjadi sebesar Rp 290,82 miliar," ungkap Hoesen dalam Webinar Securities Crowdfunding "Alternatif Pendanaan bagi UMKM" pada Selasa (3/8.

Dari sisi pemodal juga mengalami pertumbuhan sebesar 54,53 persen (ytd), dari sebelumnya hanya berjumlah 22.341 menjadi sebanyak 34.525 investor. Kehadiran ECF agar bisa menjadi alternatif solusi pendanaan bagi UMKM di Tanah Air melalui instrumen pasar modal berbasis teknologi informasi.

Istilah crowdfunding diartikan sebagai kegiatan patungan atau urunan dalam bentuk dana dengan tujuan membantu saudara, kerabat, atau sahabat kita yang sedang membutuhkan bantuan. Jadi secara filosofis, kata Hoesen, kegiatan crowdfunding itu merupakan budaya asli orang Indonesia, yaitu budaya gotong royong yang bertujuan untuk membantu sesama.

"Budaya inilah yang selanjutnya kita serap dan kemudian diimplementasikan ke dalam bentuk aktivitas bisnis di pasar modal melalui konsep penawaran efek, dan mekanismenya tidak dilakukan dengan bertatap muka ataupun kontak fisik. Melainkan melalui sebuah aplikasi/platform digital yang sering kita sebut dengan istilah financial technology securities crowdfunding," jelasnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com [azz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini