Hatta yakin tak ada kartel di balik lonjakan harga cabe

Sabtu, 23 Maret 2013 22:03 Reporter : Henny Rachma Sari
Harga Cabe Naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Melonjaknya harga cabe beberapa hari terakhir, disinyalir hanya lantaran kurangnya pasokan. Menko Perekonomian Hatta Rajasa tidak melihat adanya indikasi lain dari gejolak kenaikan harga cabe.

Bahkan, dia memastikan tidak ada praktek nakal di balik gejolak kenaikan harga komoditas pangan yang paling digemari masyarakat Indonesia ini.

"Ya biasanya produksinya tidak cukup, itu saja. Kalau cabe tidak mungkin ada kartel karena kalau disimpan dia tidak tahan lama," tegas Hatta saat ditemui di Festival Pedagang Kaki Lima se-Sulawesi di Gorontalo, Sulawesi Utara, Sabtu (23/3).

Dia mengaku sudah mengambil langkah-langkah untuk menekan harga cabe. Salah satunya dengan menambah pasokan ke pasaran agar harga bisa turun.

"Suplainya ditambah. Memang cabe itu klo musimnya hujan, dia produksinya menurun, jadi kami minta menteri pertanian untuk tambah pasokan," jelasnya.

Sebelumnya, setelah dilanda lonjakan harga bawang, kini kenaikan harga komoditas cabe mulai menghantui masyarakat. Kementerian Perdagangan mengakui kenaikan harga cabe memberi tekanan signifikan pada besaran inflasi. Tekanan cabe pada inflasi lebih mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan komoditas bawang.

"Cabe naik signifikan akan mempengaruhi tapi kalau bawang putih lebih bisa managable," ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Dia melanjutkan, meski harga cabe tengah mengalami kenaikan namun pemerintah belum akan memberlakukan kebijakan pembukaan keran impor. Pemerintah percaya produksi nasional masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Cabe tidak ada indikasi kita harus tergantung dari impor," tuturnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Harga Cabe Naik
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.