Hatta sesalkan pemda lambat selesaikan beleid tata ruang

Kamis, 7 November 2013 11:21 Reporter : Ardyan Mohamad
Hatta sesalkan pemda lambat selesaikan beleid tata ruang hatta rajasa. Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyesalkan banyaknya konflik lahan di daerah. Hal itu menurutnya disebabkan oleh lambannya pemerintah daerah mengesahkan peraturan soal Rencana Tata Ruang/Rencana Wilayah (RT/RW).

"Kenapa bisa muncul masalah-masalah itu, karena pengaturan tata ruangnya belum selesai, itu jawabannya. Tidak boleh lagi tata ruang menjadi satu hambatan. Jangan membuat kita terbelenggu," ujarnya saat membuka Rapat Kerja Nasional badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) di Jakarta, Kamis (7/11).

Dia menyebut sejumlah konflik lahan yang terjadi. Diantaranya, pembebasan lahan untuk PLTU di Batang, Jawa Tengah, yang masih terkatung-katung.

Kemudian, alih fungsi sawah menjadi pabrik atau perumahan yang gila-gilaan. Lalu, perubahan hutan di Batam menjadi kawasan industri.

Hatta khawatir konflik lahan masih akan terus terjadi mengingat masih banyak Pemda yang belum memiliki peraturan RT/RW. Sekedar ilustrasi, seluruh provinsi di Kalimantan belum memiliki perda RT/RW. Padahal wilayah tersebut memiliki banyak hutan yang rentan menciptakan konflik alih fungsi lahan.

Jika ini terjadi, sudah dipastikan pembangunan infrastruktur akan terganggu. Pada gilirannya itu akan berdampak pada laju ekonomi yang melambat.

"Jangan kita menyalahkan masa lalu dan kita cari solusinya. Pemangku kepentingan kita, termasuk aparat, harus memiliki pandangan dan prinsip dasar yang sama yaitu keberlanjutan ekologi, ekonomi dan sosial. Peraturan zonasi dan prosedur operasi teknis yang menjadi rujukan tata ruang harus disosialisasikan kementerian terkait," urainya.

Saat ini, baru 17 provinsi atau 51 persen dari total provinsi di Indonesia yang sudah memiliki perda RT/RW. Di level bawah, baru 249 kabupaten (63 persen) dan 62 kota yang sudah memiliki peraturan sejenis.

"Itu belum termasuk rencana zonasi yang membedakan wilayah-wilayah strategis atau cepat tumbuh, agar penataan ruang bisa efektif. Jadi sebetulnya kita sudah sangat terlambat dalam penataan ruang dengan segala kendala yang kita hadapi," keluh Hatta. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hatta Rajasa
  3. Sengketa Lahan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini