Hati-Hati Pupuk Palsu Ada Kandungan Genteng, Ini Cara Membedakannya

Kamis, 3 Maret 2022 17:05 Reporter : Siti Nur Azzura
Hati-Hati Pupuk Palsu Ada Kandungan Genteng, Ini Cara Membedakannya pupuk. Merdeka.com/Imam Buchori

Merdeka.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap peredaran pupuk palsu yang mengandung berbagai macam unsur tak karuan, seperti lempung dan genteng. Hal ini merupakan imbas dari tingginya harga pupuk akhir-akhir ini.

Vice President Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim, Jefri Limeisa Putra mengatakan, harga pupuk yang tinggi membuat petani memilih pupuk yang lebih murah. Sayangnya, hal itu malah membuat tanaman menjadi rusak.

"Pupuk asli dan palsu memang sekilas tidak jauh berbeda jika dilihat dari kemasan luar. Padahal jika diperhatikan lebih lanjut, ada perbedaan yang cukup signifikan. Contohnya saja ada permainan tulisan pada kandungan pupuk," kata Jefri dikutip Antara, Kamis (3/3).

Dia menjelaskan, dalam proses pembuatan pupuk asli terdapat berbagai komponen yang sudah melalui berbagai penelitian untuk nantinya disesuaikan dengan kebutuhan jenis tanaman yang akan ditanam.

"Misalnya, pupuk SP 36 yang dipalsukan dengan keberadaan titik yang sangat kecil menjadi SP 3.6. Hal ini tentu membuat kandungan pupuk jadi tak karuan, bisa mengambil dari pecahan genteng maupun lempung. Cara tepat yang harus dilakukan sebenarnya perlu diadakan uji lab. Namun karena sulitnya akses tersebut bagi petani dan masyarakat luas, salah satu cara cepat yang bisa dilakukan adalah dengan melihat bentuk kemasan dan juga komponen desain pada kemasan," imbuhnya.

Untuk itu, sebelum membeli pupuk, petani harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, dari kemasannya, pupuk asli, inner karung akan lebih kuat dibanding yang palsu. Selain itu, warna sablon juga cenderung lebih pekat.

Beberapa detail lain yang perlu diperhatikan dalam kemasan antara lain tercantumnya nama produsen, kandungan, kode SNI dan NPP, dan juga lokasi produksi. Petani juga bisa
membuka halaman https://pestisida.id/pupuk_app/pendaftaran_anorganik.php untuk melakukan pengecekan NPP produk di karung bagian belakang pada website.

Cara lain untuk menilai pupuk tersebut asli atau tidak adalah dengan cara mengidentifikasi pupuknya secara langsung, baik itu dari tekstur, bau, maupun rasa. Sebagai salah satu produk unggulan dan idola para petani, Jefri mengidentifikasi mana NPK Pelangi yang palsu dan asli dalam bentuk butiran warna warni yang menjadi ciri khas pupuk tersebut.

Seperti namanya, NPK memiliki 3 unsur utama, antara lain Nitrogen (N), Phospat (P) dan Kalium (K). Untuk unsur N, urea asli baunya cukup menyengat. Saat dipecah, warna bagian luar dan dalam juga sama. Lalu untuk unsur P2o5-Dap, Dap asli bisa dijilat dan terasa asam. Berbeda dengan pupuk palsu yang tidak memiliki rasa asam.

Jika dipecah, antara bagian dalam dan luar juga memiliki warna sama. Terakhir untuk unsur KCl, pupuk asli berwarna merah, sedangkan yang palsu berwarna kuning. Dengan tekstur yang tak mudah hancur, saat dipencet juga tidak menimbulkan sakit.

Sebagai salah satu bagian dari pelaku industri pertanian, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus memberikan pembinaan baik ke petani, para distributor maupun dinas pertanian setempat mengenai jenis-jenis pupuk maupun keaslian pupuk tersebut. Dalam hal kualitas, PKT juga sudah memiliki SNI platinum dengan adanya pengujian di setiap tahapannya.

"Kualitas dan kuantitas pembuatan pupuk terus menjadi fokus dari PKT. Karena itu, pengujian terus kami lakukan baik itu saat produksi maupun sampai pupuk sudah masuk ke dalam karung (uji petik) untuk memastikan produk tersebut sudah layak untuk digunakan," jelasnya.

Baca juga:
Ini Daftar Barang Impor dari Rusia dan Ukraina, Terancam Makin Mahal
PGN dan PIM Kembangkan Bisnis Gas Dukung Penurunan Emisi Karbon
Jamin Produktivitas Industri, Pupuk Kaltim Percepat Vaksinasi Covid-19 Booster
Mega Eltra Tuntaskan Pengiriman Pupuk KCI ke PTPN Group
PKT Jadi Penanggung Jawab Penyaluran Pupuk di NTB Mulai Maret 2022
Sederet Upaya PKT Atasi Persoalan Sampah Menumpuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini