Hari Pertama PPKM Jawa-Bali, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.125 per USD

Senin, 11 Januari 2021 15:41 Reporter : Anggun P. Situmorang, Anisyah Al Faqir
Hari Pertama PPKM Jawa-Bali, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.125 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 105 poin di level Rp14.125 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.020 per USD. Pelemahan nilai tukar ini terjadi salah satunya dipengaruhi oleh pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat, atau yang saat ini disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah fundamental ekonomi menunjukkan kinerja yang cukup baik. Salah satunya adalah survei Bank Indonesia menyatakan Keyakinan Konsumen terhadap ekonomi Indonesia menguat pada bulan Desember 2020.

"Keyakinan Konsumen terhadap ekonomi Indonesia menguat pada bulan Desember 2020 sebesar 96,5 persen yang bulan sebelumnya hanya 92 persen. Ini menandakan bahwa Keyakinan Konsumen mendekati zona optimis," ujarnya, Senin (11/1).

Keyakinan konsumen yang membaik didorong oleh menguatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi yang didukung oleh aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Walaupun survei Keyakinan Konsumen membaik namun kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dimulai hari ini. Kebijakan tersebut diterapkan oleh pemerintah guna menekan penyebaran penyakit akibat Virus Corona (Covid-19).

Di daerah-daerah yang kena PPKM, perkantoran non-esensial diimbau menerapkan kerja dari rumah (work from home) 75 persen. Kegiatan belajar-mengajar belum bisa tatap muka di sekolah atau masih jarak jauh. Pusat perbelanjaan wajib tutup pukul 19:00 WIB.

"Restoran masih boleh menerima pengunjung yang makan-minum di tempat, tetapi maksimal 25 persen dari total kapasitas. Demikian pula rumah ibadah, boleh menampung jemaah tetapi dibatasi paling banyak 50 persen sehingga sudah tentu roda bisnis akan kembali melambat, dan pemulihan ekonomi kembali terhambat," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini