Harga Sembako Tak Bergejolak, Inflasi Ramadan dan Lebaran Terjaga

Kamis, 28 Mei 2020 12:11 Reporter : Merdeka
Harga Sembako Tak Bergejolak, Inflasi Ramadan dan Lebaran Terjaga Pasar tradisional. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Langkah Kementerian Perdagangan melakukan kebijakan pengendalian harga seperti memotong rantai distribusi, menetapkan HET untuk gula, memperbanyak pasokan ke pasar melalui kebijakan importasi, juga rutin menggelar operasi pasar di berbagai daerah, terbukti cukup berhasil menahan kenaikan harga selama Ramadan bahkan jelang Idul Fitri.

Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institute, Piter Abdullah menjelaskan, pada Ramadan dan Lebaran tahun ini memang sangat berbeda dengan biasanya seiring dengan kebijakan pembatasan sosial skala besar dan juga himbauan tidak mudik.

"Tekanan inflasi selama wabah ini memang tidak cukup besar, terutama bila dibandingkan dengan kondisi normal," ucap Piter di Jakarta, Kamis (28/5).

Menurut dia, jika dibandingkan hari-hari biasa, memang seminggu sebelum Idul Fitri terdapat kenaikan permintaan terhadap berbagai kebutuhan sembako dibandingkan kondisi normal, namun jauh sekali lebih rendah.

Karena itu, dengan permintaan yang jauh lebih rendah, sementara pasokan atau supply bahan pokok atau sembako dijaga oleh pemerintah, maka inflasi lebih stabil. "Tidak ada lonjakan inflasi yang terlalu besar," ucap Piter.

Dia menjelaskan, fenomena inflasi di Indonesia utamanya adalah fenomena suplai termasuk di antaranya adalah permasalahan distribusi. Panjangnya rantai distribusi dan adanya pihak yang bermain, seringkali mengakibatkan kegagalan pasar, harga mengalami kenaikan yang tidak wajar. Menurut Piter, persoalan itu perlu terus diperbaiki dan wabah Covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum.

"Sekarang sudah banyak gerakan yang mempertemukan suplai dan demand. Bagaimana kita bisa belanja langsung ke petani secara online. Gerakan ini bisa menjadi bagian dari new normal yang akan mengurangi kegagalan pasar. Dengan demikian inflasi kita ke depan bisa lebih stabil," ucap Piter.

Kebijakan pemerintah sinergi dengan kalangan industri, beras dan gula tidak akan langka, pasokan cukup, permintaan tidak mengalami lonjakan. Dengan pemanfaatan jaringan online, rantai distribusi justru relatif terpangkas dan mendorong harga lebih rendah.

"Semua faktor terkait supply dan demand barang-barang pangan terutama menjelang Ramadan dan Lebaran ini saya kira sangat dipahami oleh pemerintah," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Mendag Pastikan Jaga Pasokan

jaga pasokan rev1

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan, pemerintah terus menjaga pasokan, sekaligus menstabilkan harga bahan pokok. Misal, untuk memenuhi stok bawang diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Melalui beleid izin impor komoditas bawang putih dan bawang bombai dipermudah.

Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan juga dinas-dinas terkait di seluruh kota Indonesia untuk memastikan pasokan maupun stabilisasi harga. Melalui pemantauan pasar yang rutin dilaksanakan Kemendag, diharapkan harga bahan pokok akan terus terkendali khususnya di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Pada sidak Minggu (24/5) ke Pasar Induk Senen, Jakarta Pusat, Agus memantau harga dan berbincang dengan sejumlah pedagang yang bersyukur harga gula tidak melonjak dan sesuai dengan HET yakni Rp12.500 per kilogram.

Seperti diakui Maryati, pedagang sula di Pasar Senen. "Gula sekarang 12 setengah pak (Rp12.500 per kilogram)," ungkap Maryati, ketika ditanya Mendag soal harga gula. Meski ada penurunan pembelian, dia bersyukur dari sisi pasokan juga tidak ada kendala.

Mendengar keluhan pedagang, Agus Suparmanto menenangkan mereka. Dirinya berharap agar virus corona yang kini mewabah di Nusantara dapat segera berakhir. Sehingga ekonomi kembali pulih, termasuk meningkatnya kembali daya beli masyarakat.

"Mudah-mudahan ya, doa semuanya habis ini (wabah virus corona), pandeminya habis. Tahun ini kita harus gotong royong, ya pak ya. Kalau ada kesulitan suply (pasokan), beritahu kami pak," tambah Agus Suparmanto.

Terpisah, Agus Suparmanto mengungkapkan sidak yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, seperti gula dan bawang jelang Lebaran. Sebab diketahui, harga kedua komoditas tersebut kerap kali mengalami kenaikan jelang hari besar keagamaan, seperti Lebaran. [idr]

Baca juga:
Lebaran 2020, Kenaikan Harga Gula Paling Tinggi Dibanding Pangan Lainnya
H+2 Lebaran, Harga Gula pasir Mulai Stabil di Rp12.500 per Kg
Satgas Pangan Tangani 19 Kasus Penimbunan Bahan Pangan
Impor Bawang Merah Tak Mampu Turunkan Harga yang Meroket
Lebaran 2020, Harga Kelapa Parut Naik 4 Kali Lipat Jadi Rp25.000 per Buah
H-1 Lebaran, Kemendag Gelar Operasi Pasar di Tiga Lokasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini