Harga sembako meroket di Pekalongan, bahkan naik hingga 2 kali lipat

Jumat, 5 Januari 2018 10:27 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pasar tradisional. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Harga cabai merah dan sembako di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah pada awal Januari 2018 makin melonjak. Ini terjadi karena pasokan komoditas tersebut berkurang.

Beberapa pedagang sayuran dan sembako di Pekalongan mengatakan, bahwa memasuki awal 2018, hampir sebagian besar kebutuhan pokok maupun jenis sayuran masih bertahan tinggi karena pasokannya berkurang.

"Kenaikan harga sayuran maupun beras sudah mulai terjadi menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Akan tetapi, hingga awal tahun ini harga masih bertahan tinggi, bahkan cenderung terus naik," kata pedagang sayuran, Nurahmah seperti ditulis Antara, Jumat (5/1).

Dia mengatakan, komoditas jenis cabai rawit, cabai setan, dan cabai merah kini mencapai Rp 32.000 per Kilogram atau naik 100 persen dibandingkan dengan harga sebelumnya yang sebesar Rp 16.000 per Kilogram.

"Adapun, untuk harga beras kualitas premium sudah mencapai antara Rp 11.500/Kg hingga Rp 12.000/Kg. Adapun untuk komoditas sayuran seperti cabai sudah naik mencapai Rp 32.000/Kg," kata dia.

Kendati harga sembako maupun cabai naik, kata dia, permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut masih relatif cukup tinggi.

"Kenaikan harga sembako dan cabai ini, kami tidak mengetahui pasti kapan akan bisa turun. Yang jelas, kenaikan harga sembako maupun jenis sayuran tidak menguntungkan pedagang," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Pekalongan Zaenul Hakim mengatakan pemkot segera menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok itu.

"Kami akan menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan harga kebutuhan pokok dan sayuran, serta jenis komoditas lainnya sekaligus untuk langkah antisipasinya," kata dia. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini