Harga Pertalite Bisa Naik Jadi Rp10.000 per Liter di 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 18:29 Reporter : Merdeka
Harga Pertalite Bisa Naik Jadi Rp10.000 per Liter di 2023 SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa pemerintah hanya mengalokasikan anggaran subsidi energi, termasuk untuk subsidi BBM sebesar Rp 336,7 triliun dalam RAPBN 2023. Itu lebih rendah dibanding anggaran subsidi energi yang berjalan di 2022 ini, senilai Rp502,4 triliun.

Sri Mulyani menyebut, pemangkasan anggaran subsidi tersebut dibuat lantaran pemerintah sudah menghitung proyeksi harga keekonomian minyak mentah dunia pada tahun depan.

Adapun bila mengacu pada asumsi dasar ekonomi makro 2023, harga minyak diperkirakan sebesar USD 90 per barel, lebih rendah dari outlook 2022 sebesar USD 95-105 per barel.

Namun, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah cenderung masih terlalu optimistis dengan hitungan tersebut. Pasalnya, sejumlah lembaga internasional memprediksi harga minyak mentah dunia bisa berdiri di kisaran USD 95 per barel.

Bila asumsi itu terjadi, bisa saja harga Pertalite terkerek dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter di tahun depan.

"Saya kira harga minyak ke depan paling tidak di atas USD 95 per barel. Kalau pun menang harus ada kenaikan, saya kira paling tidak Pertalite-nya di angka Rp10.000 (per liter), terus juga Solar subsidi pun di angka Rp8.000 (per liter). Ini cukup enggak cukup masih ada ruang fiskal di APBN kita," ungkap Mamit kepada Liputan6.com, dikutip Rabu (17/8).

2 dari 2 halaman

Bagaimana dengan Kuota

Secara kuota, dia tidak terlalu khawatir itu akan kekurangan. Sebagai contoh Solar, di mana Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu sudah merestui kuotanya ditambah menjadi 17 juta KL untuk tahun ini.

Menurut Mamit, kunci terpenting menjaga pasokan dan harga BBM ke depan yakni dengan melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Makanya kuncinya revisi Perpres. Kalau revisi Perpres berbicara bahwa penggunaan Pertalite hanya untuk kendaraan roda dua, angkutan umum pelat kuning, saya kira ini akan lebih secure," ungkapnya.

"Begitu juga untuk solar subsidi. Misalnya hanya untuk angkutan umum dengan pelat kuning. Terus dibatesin, solar ini hanya untuk kendaraan roda empat, per hari 100 liter aja, itu bisa lebih aman lagi," pungkas Mamit.

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Erick Thohir: Harga Pertalite Naik Tunggu Keputusan 3 Menteri
Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Bansos Jika Harga Pertalite Naik
Menko Airlangga: Harga Pertalite Masih Rp7.650, di Thailand Rp19.500/Liter
Menteri ESDM Angkat Suara soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite
Menteri ESDM Beri Bocoran Waktu Kenaikan Harga Pertalite
Jika Pertalite Naik, Harga Barang dan Biaya Transportasi Bakal Ikut Meroket

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini