Harga pangan terkendali, inflasi bulan puasa diyakini mini

Rabu, 15 Juni 2016 17:34 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
Harga pangan terkendali, inflasi bulan puasa diyakini mini Darmin Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meyakini inflasi pada bulan puasa ini bakal lebih kecil ketimbang periode sama tahun-tahun sebelumnya. Indikasinya, harga bahan pokok tak naik signifikan.

"Karena apa yang dilakukan pemerintah akan kelihatan. atau sebenarnya sudah mulai kelihatan juga," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Rabu (14/6).

Menurutnya, kestabilan harga beras menjadi kunci menjinakkan inflasi. Sebab, harga pangan utama masyarakat Indonesia tersebut berpengaruh besar terhadap inflasi.

"Bukan daging sapi. Walaupun daging sapi juga arahnya turun harga. Yang arahnya naik itu gula pasir, cabai turun, bawang turun."

Memasuki minggu kedua Juni, umumnya, harga pangan nasional naik drastis. Semisal, harga daging ayam broiler naik 6,63 persen, telur ayam ras 6,81 persen, gula pasir 5.64 persen.

Kemudian, cabe rawit merah 4.41 persen, cabe merah 4,12 persen, cabe merah besar 4,01 persen, daging sapi 1,9 persen, dan bawang putih 1,62 persen.

Selain itu, harga beras relatif stabil. Harga daging sapi dan gula pasir sedikit menurun.

Selain struktur pasar yang kurang sehat, Menurut Kepala Bulog Djarot Kusumayekti juga menggarisbawahi persoalan pasar yang ada di Indonesia yang lebih mirip seperti pasar ritel besar. [yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini