Harga minyak mentah naik di atas USD 31 per barel

Selasa, 23 Februari 2016 09:42 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga minyak mentah naik di atas USD 31 per barel Kilang gas Vaca Muerta. ©AFP PHOTO/JUAN MABROMATA

Merdeka.com - Harga minyak dunia menguat pada Senin (Selasa pagi WIB). Hal ini didorong sentimen pedagang yang mempertimbangkan berlanjutnya pembicaraan pembekuan produksi oleh produsen-produsen minyak mentah utama di pasar global yang kelebihan pasokan.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik USD 1,84 menjadi berakhir di USD 31,48 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, patokan minyak Eropa, bertambah USD 1,68 menjadi menetap di USD 34,69 per barel di perdagangan London.

"Ada lebih banyak pembicaraan tentang apa yang OPEC akan lakukan, tingkat pasokan seperti apa yang diharapkan dari OPEC, jadi itu yang berkontribusi terhadap kenaikan di New York," Kyle Cooper di IAF Advisors.

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari memulai kunjungan selama seminggu ke Teluk pada Senin, sebagai berupaya keras untuk mengurangi kejatuhan harga.

Perjalanannya dimulai di anggota utama OPEC Arab Saudi, di mana dia bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz dan pejabat-pejabat senior Saudi.

Pekan lalu Arab Saudi dan negara non-OPEC Rusia, dua dari tiga produsen minyak terbesar dunia mengumumkan kesepakatan untuk membekukan produksi pada tingkat Januari jika produsen-produsen besar lainnya mengikuti.

Daniel Holder dari Schneider Electric mengatakan ada konsensus pasar bahwa perjanjian tidak akan mempengaruhi harga, karena tidak akan mengurangi pasokan.

"Namun, ada kesimpulan lebih bijak dari pertemuan ini, Kesempatan bahwa Rusia dan Arab Saudi dapat bekerja sama dalam permainan sederhana ini menyokong kemungkinan bahwa negara-negara akan bekerja sama pada pemangkasan produksi," ucap Holder.

Proyeksi baru dari badan Energi Internasional (IEA) pada Senin juga memberi dukungan terhadap pasar.

IEA memperkirakan produksi minyak serpih (shale oil) AS akan turun hingga 2017 sebelum pemulihan secara bertahap harga minyak akan mendorong kembali produksi.

Dalam Laporan Pasar Minyak Jangka Menengah-nya, IEA memperkirakan bahwa produksi minyak serpih AS akan turun USD 600.000 barel per hari (bph) tahun ini dan turun lagi USD 200.000 barel per hari pada tahun depan. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini