Harga minyak dunia turun akibat permintaan lesu

Rabu, 15 November 2017 10:53 Reporter : Siti Nur Azzura
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa permintaan global turun sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam Laporan Pasar Minyak (Oil Market Report) yang dirilis pada Selasa (14/11), memangkas proyeksi permintaan minyaknya sebesar 100.000 barel per hari (bph) untuk 2017 dan 2018, menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari pada 2017 dan 1,3 juta barel per hari pada 2018.

Lembaga tersebut mengatakan harga yang lebih tinggi dan temperatur awal musim dingin yang relatif ringan, berkontribusi terhadap revisi turun pada perkiraan permintaan global.

Para analis mengatakan prospek permintaan suram dikombinasikan dengan meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat memperbarui kekhawatiran investor tentang kelebihan pasokan global yang terus berlanjut.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 1,06 dolar AS menjadi menetap di 55,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun 0,95 dolar AS menjadi ditutup pada 62,21 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

[azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.