Harga Minyak Dunia Lebih Murah, Sempat Sentuh Level Terendah 7 Bulan Terakhir

Jumat, 9 September 2022 09:50 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga Minyak Dunia Lebih Murah, Sempat Sentuh Level Terendah 7 Bulan Terakhir Ilustrasi Migas. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia kembali bergerak menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas hitam ini bangkit dari level terendah tujuh bulan dan merebut kembali beberapa kerugian besar yang mereka derita di sesi sebelumnya setelah Rusia mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke beberapa pembeli.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik USD 1,6 atau hampir 2,0 persen, menjadi menetap di USD 83,54 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik USD 1,15 atau 1,3 persen, menjadi ditutup di USD 89,15 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mendapat dukungan dari ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan ekspor minyak dan gas jika batas harga diberlakukan oleh pembeli Eropa.

Uni Eropa mengusulkan pembatasan harga gas Rusia, meningkatkan risiko penjatahan musim dingin ini jika Moskow melakukan ancamannya. Gazprom Rusia telah menghentikan aliran dari pipa gas Nord Stream 1.

2 dari 2 halaman

Stok Minyak AS Meningkat

Harga minyak naik meskipun ada peningkatan mengejutkan dalam persediaan atau stok minyak mentah Amerika Serikat. Amerika Serikat menimbang perlunya lebih banyak pelepasan minyak mentah dari cadangan strategis, kekhawatiran perpanjangan penguncian Covid-19 China dan kenaikan suku bunga global akan memperlambat aktivitas ekonomi dan menekan permintaan bahan bakar.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Kamis (8/9) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar 8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.

Menurut EIA, total persediaan bensin motor naik 0,4 juta barel dari minggu lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan naik 0,1 juta barel.

"Sebagian besar minyak dalam penimbunan itu berasal dari Cadangan Minyak Strategis (SPR). Semakin cepat kita mengosongkan SPR, semakin besar penarikan yang akan terjadi di masa depan," kata Analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Pada Rabu (7/9/2022), kedua kontrak acuan turun lebih dari 5,0 persen menjadi ditutup pada level terendah sejak pertengahan hingga akhir Januari karena kekhawatiran permintaan meningkat,menempatkan WTI ke wilayah oversold secara teknis untuk pertama kalinya dalam sebulan. [idr]

Baca juga:
Ironi Kenaikan Harga BBM Saat Minyak Dunia Turun
Duduk Perkara Harga BBM Naik di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia
Minyak Dunia Turun, Pemerintah Seharusnya Bisa Tunda Kenaikan Harga BBM
Detik-Detik Perubahan Harga BBM Bersubsidi di SPBU
Kenaikan Harga BBM Subsidi, Antrean Sepeda Motor di SPBU Kawasan Kuningan Mengular
Harga Minyak Dunia Anjlok di Tengah Rencana Kenaikan Harga BBM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini