Harga minyak dunia berbalik naik hingga sentuh USD 62,57 per barel

Selasa, 6 Maret 2018 09:33 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga minyak dunia berbalik naik hingga sentuh USD 62,57 per barel Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia berbalik naik atau rebound pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Kenaikan harga minyak dipicu badan Energi Internasional (IEA) yang mengatakan bahwa permintaan minyak global akan meningkat sebesar 6,9 juta barel per hari menjadi 104,7 juta barel per hari pada 2023.

Didukung oleh pertumbuhan ekonomi di Asia dan kebangkitan kembali industri petrokimia di Amerika Serikat, permintaan minyak global akan meningkat menjadi 104,7 juta barel per hari pada 2023, menurut IEA pada Senin (5/3).

Namun demikian, pertumbuhan produksi minyak dari Amerika Serikat, Brasil, Kanada dan Norwegia dapat membuat pasokan dunia jauh terpenuhi, lebih daripada sekadar memenuhi pertumbuhan permintaan minyak global hingga 2020, tetapi diperlukan lebih banyak investasi untuk meningkatkan produksi setelah itu.

"Kapasitas produksi minyak global diperkirakan tumbuh sebesar 6,4 juta barel per hari mencapai 107 juta barel per hari pada 2023. Berkat revolusi (minyak) serpih, Amerika Serikat memimpin keadaan itu, dengan total produksi cairan mencapai hampir 17 juta barel per hari pada 2023, naik dari 13,2 juta barel per hari pada 2017," kata IEA dalam sebuah laporan tahunan.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik USD 1,32, menjadi menetap di USD 62,57 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei bertambah USD 1,17 menjadi ditutup pada USD 65,54 per barel di London ICE Futures Exchange. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini