Harga Minyak Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global

Selasa, 26 Maret 2019 09:59 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga Minyak Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas hitam ini bergerak fluktuatif sepanjang sesi, karena para pelaku pasar terus bergulat dengan kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD 0,22 menjadi menetap pada USD 58,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD 0,18 menjadi ditutup pada USD 67,21 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dipicu pada Jumat (22/3) setelah apa yang disebut kurva imbal hasil terbalik untuk pertama kalinya terjadi dalam lebih dari satu dekade dan sentimen suram bertahan hingga Senin (25/3). Kurva imbal hasil terbalik muncul lagi pada Senin (25/3).

Kurva imbal hasil terbalik terjadi ketika suku bunga jangka pendek melampaui suku bunga jangka panjangnya, yang dianggap sebagai indikator penting dari kemungkinan resesi ekonomi.

Investor khawatir bahwa perlambatan ekonomi global akan berdampak pada permintaan bahan bakar, para ahli mencatat. Sementara itu, harga minyak mentah mendapat dukungan dari pemangkasan pasokan oleh produsen-produsen minyak utama.

Desember lalu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak utama lainnya termasuk Rusia, yang dikenal dengan sebutan OPEC+, berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari guna menopang harga, efektif mulai Januari tahun ini. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini