KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Harga gas turun, 3 perusahaan minat bangun pabrik senilai Rp 114 T

Kamis, 6 Oktober 2016 12:40 Reporter : Hana Adi Perdana
aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Niat baik pemerintah yang ingin menurunkan harga gas untuk industri di bawah USD 6 per MMbtu mendapat sambutan positif. Bahkan, tiga perusahaan yang bergerak di industri petrokimia berniat membangun pabrik berbahan bakar gas dengan total investasi mencapai USD 8,8 miliar atau Rp 114,3 triliun.

Saat ini, harga gas industri masih berada di kisaran USD 8 - 10 per MMbtu.

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri Dyah Winarni Poedjiwati mengatakan, ketiga investasi tersebut yakni, pembangunan industri petrochemical to oleofin berbasis gas di Teluk Bintuni dengan investasi USD 4,12 miliar, industri amonia berbasis gas bumi di Banggai, Sulawesi Tengah investasi USD 744 juta, dan industri petrokimia berbasis gas di Masela, Maluku dengan investasi USD 3,9 miliar.

"Dari tiga investasi itu kita catat akan menyerap sekitar 57.000 tenaga kerja langsung dan sekitar 590.000 tenaga kerja tidak langsung," ujarnya dalam diskusi di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (6/10).

Masuknya investasi tersebut, kata Dyah, juga memberi kontribusi terhadap pemasukan negara sebesar Rp 42,3 triliun. Tidak hanya itu, negara juga akan menghemat pengeluaran sebesar Rp 42,9 triliun.

"Investasi ini juga memberikan potensi peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak sebesar Rp 5,1 triliun," pungkasnya. [sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.