Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil di Pekan Kedua November 2019

Jumat, 8 November 2019 13:56 Reporter : Merdeka
Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil di Pekan Kedua November 2019 Pasar tradisional jelang Lebaran. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Harga komoditas daging terpantau stabil di pasar tradisional hari ini. Di Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi, harga ayam tercatat di rentang Rp30.000 per ekor.

Salah satu pedagang ayam, Warni (53), mengaku harga ayam kini cenderung stabil atau normal jika dibandingkan pada Senin lalu. Kendati demikian, pembeli ayam menurutnya masih sepi hingga hari ini.

"Sudah normal, tapi memang masih sepi. Pelanggan-pelanggan saja paling yang dateng," ujar dia kepada Liputan6.com, Jumat (8/11).

Hari ini, dia bilang ayam dibanderol Rp35.000 per ekor. "Ayam hidup Rp30.000, bersihnya saya jual Rp35.000 per ekor," jelasnya.

Dia melanjutkan, harga ayam kemungkinan akan naik tinggi menjelang perayaan tahun baru. "Kalau tahun baru tinggi naiknya bisa sampai Rp3.000. Dari semula Rp35.000 per ekor bisa jadi Rp38.000 per ekor. Kan banyak yang bakar ayam," kata dia.

Sedikit berbeda, pedagang ayam lain Iwan (43), mengaku mematok harga ayam di kisaran Rp34.000-35.500 per ekor. "Sudah turun, waktu Senin kemarin kan sempat Rp36.000 per ekor. Ayam memang naiknya kisaran Rp1.000-2.000 per ekor. Tidak jauh-jauh," terangnya.

Beralih ke daging sapi, harga daging sapi di losmen Pasar Pondok Gede kompak dijual di harga Rp110.000 per kilogram. Komoditas daging sapi diklaim belum mengalami kenaikan harga sampai dengan hari ini.

1 dari 1 halaman

Presiden Jokowi Ingin Indonesia Timur Rasakan Harga-harga Murah Lewat Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur. Ini dilakukannya lantaran kesenjangan ketersediaan infrastruktur di Indonesia bagian Barat dan Timur terhitung masih tinggi.

"Selama pemerintahan saya yang pertama, saya sudah berkeliling ke pedalaman-pedalaman khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur. Dari situlah dilihat ada ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian Barat, Tengah dan Timur yang belum tersentuh oleh pembangunan," ujarnya saat meresmikan Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019).

Jika ini terus dibiarkan, dia melanjutkan, maka hal tersebut akan mempersulit pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara besar. "Yang ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur untuk dipercepat," serunya.

Dia pun menyebutkan, pengadaan infrastruktur ini bakal berjalan paralel dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai misi Presiden Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

"Tujuannya adalah selain menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, juga untuk mempersatukan bangsa kita, membangun konektivitas, membangun hubungan antar pulau, provinsi, kota dan kabupaten," ucap dia.

Dengan begitu, Presiden Jokowi mengatakan, itu akan mempercepat laju transportasi dan pengiriman barang, sehingga turut memudahkan masyarakat mendapat barang dan jasa dengan harga lebih rendah.

"Semua infrastruktur perhubungan termasuk jembatan akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi cepat dan lebih lancar. Sehingga rakyat akan mendapat harga-harga barang, harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antar masyarakat kita," tutur Presiden Jokowi.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Harga Cabai Alami Kenaikan di Pasar Tradisional Akibat Mulai Berkurangnya Pasokan
Bulog Bakal Bangun King Market, Toko Modern Khusus Pangan
Monopoli Rute Tol Laut Didominasi Kawasan Timur Indonesia
BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019
Penurunan Harga Pangan Jadi Pemicu Inflasi Oktober Capai 0,02 Persen
Musim Kemarau Bikin Harga Daging Ayam Naik Menjadi Rp23.000 per Kg
Peminat Masih Banyak, Harga Minyak Goreng Curah Dibanderol Rp12.000 per Kg

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini