Harga cabe naik lebih berbahaya dibanding bawang putih

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Jumat, 22 Maret 2013 16:18
Harga cabe naik lebih berbahaya dibanding bawang putih
Gita Wirjawan. REUTERS

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan mengakui kenaikan harga komoditas cabe memberi tekanan signifikan pada besaran inflasi. Tekanan cabe pada inflasi lebih mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan komoditas bawang.

"Cabe naik signifikan akan mempengaruhi tapi kalau bawang putih lebih bisa managable," ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Dia melanjutkan, meski harga cabe tengah mengalami kenaikan namun pemerintah belum akan memberlakukan kebijakan pembukaan keran impor. Pemerintah percaya produksi nasional masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Cabe tidak ada indikasi kita harus tergantung dari impor," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mensinyalir tingginya harga komoditas cabe saat ini disebabkan kurangnya pasokan. Pasalnya, saat ini telah memasuki musim hujan.

Menurutnya, musim hujan membuat produksi cabai menurun. "Yang jelas pasokannya pasti kurang kalau terjadi kenaikan seperti ini. Musim hujan biasanya memang seperti itu," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (22/3).

Hatta telah meminta Menteri Pertanian untuk segera turun tangan mengatasi masalah ini agar tidak berkepanjangan dan menyusahkan masyarakat pada akhirnya.

Sebelumnya, pantauan merdeka.com di pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan harga cabe merah terpantau masih dalam standar harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 25.000 per kilogram. Harga tinggi justru terdapat pada komoditas cabe rawit yakni mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Seorang pedagang Rani (36) asal Padang mengatakan tingginya harga cabai merah sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Tingginya harga komoditas ini membuat jumlah pembeli menyusut.

"Ini membuat pendapatan saya agak menurun," ujarnya pada merdeka.com di Jakarta, Jumat (22/3).

[rin]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE