Harga Avtur Rendah, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket Pesawat

Kamis, 21 Februari 2019 15:16 Reporter : Idris Rusadi Putra
Harga Avtur Rendah, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket Pesawat Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai pukul 00.00 WIB. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

Melihat fakta tersebut, sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat seiring penurunan harga avtur.

"Agar adil, seharusnya maskapai juga menurunkan harga tiket pesawat. Ujungnya membantu masyarakat umum dalam beraktivitas sehingga roda ekonomi pun berputar," kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan dikutip dari Antara, Kamis (21/2).

Apalagi, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi sudah mengimbau maskapai agar menurunkan harga tiket, sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan penerbangan untuk bertahan dengan harga tiket tinggi, yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Menyinggung angka atau jumlah penurunan harga tiket maskapai, Mamit menyebut 10-15 persen dinilai sudah wajar. Penurunan harga Avtur yang dilakukan Pertamina, menurut dia, cukup signifikan.

Dengan adanya penurunan harga dari Rp 8.210 menjadi Rp 7.960 per liter di Bandara Soetta, maka harga avtur Pertamina saat ini jauh lebih murah dibandingkan di Bandara Changi Singapura, seperti selama ini kerap dikeluhkan maskapai.

"Bahkan, harga avtur saat ini menjadi lebih rendah dibandingkan dengan Pertamax. Ini membuktikan, bahwa Pertamina sudah sangat berkorban menurunkan harga avtur," katanya melalui keterangan tertulis.

Sebab, lanjut Mamit, harga avtur Pertamina yang sebelumnya dianggap tinggi, karena di dalamnya termasuk pajak dan "throughput fee". Kondisi demikian tidak dialami avtur di Singapura.

Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi memang berharap agar penurunan harga avtur tersebut diikuti dengan kebijakan maskapai mengkaji ulang tarifnya. Apalagi pada dasarnya tarif tiket pesawat mayoritas masih dipengaruhi oleh avtur.

Namun Menhub meminta agar penurunan tarif nantinya masih mengikuti aturan batas bawah yang telah ditetapkan. "Jadi gini, kan harga avtur memang merupakan mayoritas dari 'cost' dari angkutan udara. Tetapi sebagai regulator, saya menjaga tarif batas atas dan bawah mereka itu tidak lewat dari situ," kata Menhub.

Permintaan agar harga tiket turun juga datang dari masyarakat, salah satunya Iskandar Zulkarnain, membuat petisi melalui change.org dan meminta kepada para pengambil keputusan untuk segera menurunkan tarif tiket pesawat.

Di negara kepulauan seperti Indonesia, lanjut Iskandar dalam petisinya, tentu maskapai penerbangan berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan negara.

Tetapi dengan kenaikan harga tiket pesawat tentunya hal ini sangat mencekik masyarakat Indonesia yang akan bepergian menggunakan pesawat.

"Kebanyakan masyarakat Indonesia adalah perantau yang mencari kerja di luar kampung halaman, dengan harga tiket yang melambung tinggi akan sangat memberatkan," katanya.

Dia mengakui harga tiket pesawat di beberapa rute penerbangan sudah turun, namun ada beberapa rute lain yang masih tinggi harganya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini