Hanura desak Chappy Hakim diberhentikan jadi bos Freeport

Jumat, 10 Februari 2017 14:48 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Hanura desak Chappy Hakim diberhentikan jadi bos Freeport Chappy Hakim dan Mukhtar Tompo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim mengamuk dan membentak anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Hanura Mukhtar Tompo usai usai rapat dengar pendapat umum (RDPU) komisi VII bersama 12 perusahaan tambang. Kejadian ini berawal saat Mukhtar menyinggung konsistensi janji Freeport untuk membangun smelter.

Tindakan Chappy membuat Fraksi Partai Hanura geram. Ketua Fraksi Partai Hanura Nurdin Tampubolon mendesak agar Chappy diberhentikan dari jabatan Presdir PT Freeport. Selain itu, pihaknya meminta agar PT Freeport menyetop dulu proses produksi sebelum memenuhi kewajibannya membangun ssmelter

"Perlu dievaluasi harusnya jabatannya, kan saya bilang tadi sementara ini distop dulu produksi daripada Freeport, untuk selanjutnya nanti diambil apa yang jadi keinginan daripada DPR dalam membangun Freeport itu. Karena DPR juga berkewajiban memastikan Freeport itu menghasilkan sesuatu," ujar Nurdin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/1).

Nurdin beranggapan pemerintah seharusnya tidak memberikan perpanjangan izin kepada PT Freeport sebelum kewajiban membangun smelter dipenuhi. Apalagi, pembangunan smelter adalah amanat dari UU mineral dan batu bara (minerba).

"Seharusnya tidak ada lagi perpanjangan izin. Karena itu sudah menyangkut daripada pemenuhan peraturan UU, mereka sudah tidak memenuhi peraturan perundangan pembangunan smleter itu, slama itu tidak dibangun berarti tidak bisa ekspor, otomatis dia harus distop," tegasnya.

Keterlambatan pembangunan smelter ini, lanjut dia, menjadi alasan Hanura mendesak manajemen PT Freeport agar memberhentikan Chappy dari jabatannya. "Kan begitu konsekuensinya, karena enggak mampu dia membawa dari Freeport yang menjadi perusahana yang memenuhi seluruh ketentuan di Indonesia untuk capai tujuannya beroperasi dalam rangka membangun bisnis di Indonesia," tandasnya.

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan 12 Perusahaan Tambang yang salah satunya PT Freeport Indonesia berlangsung panas. Saat RDPU memasuki sesi akhir, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim marah ke Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo.

Mukhtar bercerita awalnya meminta sikap konsisten dari PT Freeport Indonesia terkait pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Konsisten yang saya maksud internal Freeport sendiri, atau Freeport dengan lembaga lain yang menjadi mitra dalam membangun smelter. Selama ini lain jawaban Gresik, lain jawaban Freeport," kata Mukhtar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2).

Usai melontarkan pernyataan tersebut, Politikus Hanura itu langsung menghampiri Chappy Hakim untuk bersalaman saat rapat telah dinyatakan ditutup. Namun, saat sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Chappy Hakim, Mukhtar mengaku mantan Kasau tersebut menolak untuk bersalaman dengan dirinya.

"Dia (Chappy Hakim) sensi. Di tepis tangan, dia tunjuk dada, baju saya kena," ucapnya.

Dia mengaku, Chappy Hakim naik pitam atas pernyataannya itu. "Kau jangan macam-macam? Mana? Mana, kata kalian, tidak konsisten? Saya konsisten. Mana (tidak konsisten)?" kata Mukhtar menirukan pernyataan Chappy Hakim. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini