Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Perhatikan 2 Hal Ini

Kamis, 7 November 2019 11:39 Reporter : Merdeka
Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Perhatikan 2 Hal Ini krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Tren perlambatan ekonomi dunia menjadi ancaman bagi sejumlah negara-negara besar di dunia terjerembab ke lubang resesi, tak terkecuali Indonesia. International Monetary Fund (IMF) telah mengingatkan pentingnya menjaga kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menuturkan, ada dua hal yang harus menjadi fokus Pemerintah guna menghadapi situasi ekonomi saat ini.

"Pertama tentang kondisi ketidakpastian global. Ini akan panjang dan kita harus waspadai itu," tuturnya di Jakarta, Kamis (7/11).

Selain itu, pemerintah juga harus mengoptimalkan kemajuan teknologi saat ini dengan meningkatkan daya saing terhadap produk-produk ekspor dalam negeri.

"Kedua tentang adanya kemajuan teknologi. Kemajuan industri 4.0 yang harus disikapi oleh kita untuk pertahankan daya saing produk-produk kita. Jadi ada dua hal itu harus kita segera bergandengan tangan di negeri ini untuk menyikapi dua hal tersebut," kata dia.

Pihaknya menjelaskan, peningkatan daya saing produk RI menjadi krusial sebagai upaya mengurangi defisit transaksi berjalan yang dialami Indonesia.

"Persoalan negeri kita ini karena CAD. Kita sama-sama tahu ekspor kita perlu digenjot supaya lebih tinggi ekspornya daripada impor. Kita sadari, menggenjot ekspor itu perlu waktu. Karena barang-barang yang kita produksi harus memiliki daya saing yang tinggi kualitasnya," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Ekonomi RI cukup kuat

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva di KTT ke-35 ASEAN. Kata dia, Kristalina mengingatkan pentingnya menjaga kebijakan fiskal dan moneter Indonesia di tengah tren perlambatan ekonomi global yang kian nyata.

"Saya sudah ketemu managing director IMF (Kristalina). Dia memberikan warning bahwa hati-hati dalam mengelola kebijakan ekonomi," ungkapnya di Jakarta, Rabu (6/11).

Dia melanjutkan, ekonomi dunia saat ini memang menunjukkan tren penurunan. Apalagi ditambah dengan perang dagang AS-China yang tak berkesudahan.

"Kita harus hati-hati dengan kondisi ekonomi saat ini. Ada perang dagang, brexit, negara-negara lain ada yang menuju atau bahkan sudah resesi," tegasnya.

Presiden Jokowi menjelaskan, kondisi ekonomi RI terbilang cukup kuat mengingat pertumbuhan ekonomi masih stabil di kisaran 5 persen. Sedangkan, sejumlah negara lain tercatat sudah minus atau bahkan anjlok.

"Bandingkan negara-negara lain. Ada yang minus bahkan menuju ke 0. Kemudian dari yang 7 persen anjlok di bawah 1 persen. Kita harus bersyukur. Kita alhamdulilah pertumbuhan masih 5 persen lebih sedikit. Lebih sedikit masih bagus," ujar Presiden Jokowi.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Jokowi: Hampir Semua Negara Pertumbuhan Ekonominya Turun, Kita Masih Diberi 5 Persen
Presiden Jokowi: Kita Harus Hati-Hati, Ada Negara yang Sudah dan Menuju Resesi
Pemerintah Akui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tertekan Dampak Resesi Dunia
Pemerintah Yakinkan Komposisi APBN Mampu Jaga Pertumbuhan Ekonomi di 5 Persen
Menko Airlangga: Resesi Hong Kong dan Singapura Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini