Hadapi pasar bebas, Kementan genjot industri pengolah pertanian

Rabu, 19 Maret 2014 10:57 Reporter : Ardyan Mohamad
Pameran Teknologi Pengolahan Pertanian Kementan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pertanian mengatakan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 harus dihadapi dengan penguatan industri bernilai tambah dari sektor pangan. Jika tidak, produk-produk impor kawasan bakal membanjiri pasar dalam negeri.

Ini jadi alasan digelarnya pameran penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Rabu (19/3).

Kegiatan itu diikuti 600 peserta, terdiri dari perusahaan, SMK, perguruan tinggi, hingga paguyuban petani se-Indonesia. Masing-masing membawa produk unggulan, seperti mesin pengolah jagung berserabut, produksi mocaf, atau mesin pengolah susu.

Kegiatan ini kata Menteri Pertanian Suswono bakal tetap dijalankan meski kabinet berganti. "Kegiatan ini akan terus berlangsung setiap tahun," ujarnya saat membuka pameran tersebut.

Pameran itu berlangsung pada 19 hingga 21 Maret. Kementan mengklaim menggratiskan seluruh sewa stand, sehingga para peserta tinggal fokus memasarkan produknya.

Otoritas pertanian sekaligus berjanji meningkatkan produksi alat pengolah pertanian di masa mendatang. Suswono meyakini, semakin berkembangnya industri bernilai tambah, bakal menggenjot pendapatan petani.

"Artinya inovasi dan teknologi ini harus terus dihasilkan supaya petani sejahtera" tandasnya.

Hingga 2013, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan memfasilitasi pengembangan 2.715 unit alat pengolah produk pertanian dengan menggandeng kelompok tani.

Khusus tahun ini, akan difasilitasi pengembangan 889 unit pengolahan pertanian di seluruh provinsi. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini