Hadapi Gejolak Imbas Virus Corona, Lippo Karawaci Miliki Dana Tunai Rp 3,5 T

Senin, 30 Maret 2020 10:05 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Hadapi Gejolak Imbas Virus Corona, Lippo Karawaci Miliki Dana Tunai Rp 3,5 T Ceo Lippo Karawaci, John Riady. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerapkan beberapa langkah pencegahan untuk memperkuat posisi keuangannya di tengah ketidakpastian pasar akibat pandemi virus corona (COVID-19). Di tingkat perusahaan induk, Lippo Karawaci saat ini memiliki lebih dari Rp3,5 triliun dalam bentuk tunai, secara substansial dalam mata uang USD dan SGD.

CEO Lippo Karawaci, John Riady, menambahkan tingkat utang bersih terhadap ekuitas perseroan yang hanya 21 persen. Hal ini memastikan perseroan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi dampak pandemi global.

Selain itu, LPKR juga telah melakukan sejumlah inisiatif positif sejak 1 Januari 2020. Pertama, Lippo Cikarang meluncurkan Waterfront Estates, proyek perumahan tapak terbaru. Secara total, perseroan menjual lebih dari 304 rumah senilai Rp262,6 miliar, dengan nilai masing-masing rumah berkisar di antara Rp499 juta hingga Rp1,5 miliar, dengan total tanah seluas 25.803m2.

"Hasil penjualan ini di atas target awal kami yaitu 250 rumah dan semakin membuktikan pulihnya bisnis inti Perseroan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (30/3).

Kedua, divestasi saham di First REIT yang dimulai sejak Juni 2019 dan selesai pada Februari 2020. Pada kuartal pertama 2020 saja, aksi korporasi tersebut menghasilkan Rp322 miliar. Total penjualan sejak dimulainya aksi korporasi pada Juni 2019 telah menghasilkan Rp851,7 miliar.

Ketiga, menyesuaikan strategi lindung nilai (hedging) di awal kuartal pertama 2020 ketika nilai tukar USD/Rupiah berada pada Rp13.700 per USD. "Kami menghasilkan sekitar USD60 juta dengan memindahkan hedging kami dari Rp15.000 ke Rp17.500 untuk nilai pokok obligasi kami," jelasnya.

Keempat, perseroan menghapus semua obligasi yang jatuh tempo hingga 2025 melalui pembiayaan kembali obligasi senilai USD425 juta dari tahun 2022 menjadi tahun 2025.

Kelima, mengamankan pinjaman modal kerja senilai Rp700 miliar dengan bank lokal di Maret 2020. Pinjaman akan menyediakan likuiditas tambahan bagi perseroan, jika diperlukan.

Keenam, mengeksekusi sejumlah inisiatif penghematan biaya guna menurunkan biaya operasional pada tahun fiskal 2020. Inisiatif juga akan menargetkan pengurangan lebih lanjut dalam hal biaya operasional, belanja modal dan modal kerja.

Baca Selanjutnya: Pengurangan Jam Operasional Mal dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini