Gubernur BI Optimis Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga, Ini Faktor Pemicunya

Kamis, 31 Oktober 2019 15:51 Reporter : Dwi Aditya Putra
Gubernur BI Optimis Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga, Ini Faktor Pemicunya Gubernu BI terpilih Perry Warjiyo. ©Liputan6.com/angga yuniar

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) optimis kondisi perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir 2019. Sebab, sejumlah kebijakan sudah dikeluarkan bank sentral untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) selama empat bulan berturut-turut hingga di level 5 persen. Pelonggaran likuiditas juga diberikan dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 bps pada Juni 2019.

"Sejak tahun ini, semua instrumen kami keluarkan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry di Jakarta, Kamis (31/10).

Dia memperkirakan hingga akhir tahun inflasi akan terkendali di 3,3 persen. Angka ini masih terjaga dari sasaran pemerintah yang sebesar 3,5 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Inflasi sampai akhir tahun 3,3 persen. Tahun depan 3 persen, rendah dan stabil sehingga mendorong daya beli," imbuh dia.

Kemudian, nilai tukar Rupiah juga diperkirakan akan stabil di level Rp14.000 per USD hingga akhir tahun. "Bahkan tadi pagi sempat di bawah Rp14.000 per USD," imbuhnya.

Tak hanya itu, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) sepanjang tahun 2019 diperkirakan berada di kisaran 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, cadangan devisa (cadev) juga dinilai akan tetap terjaga, tercermin hingga akhir September 2019 tercatat sebesar USD 124,3 miliar.

Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Arus modal asing lebih dari cukup dan posisi cadev juga lebih dari cukup," kata Perry.

Oleh sebab itu, berdasarkan seluruh proyeksi tersebut Perry memastikan kondisi perekonomian nasional masih cukup baik di tengah kondisi gejolak ekonomi global. "Kami kerja keras, kami yakini stabilitas keuangan kuat. Kita harus pastikan itu," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini