Gubernur BI: Emak-Emak Jangan Pelit Beli Busana Muslim Indonesia

Kamis, 6 Oktober 2022 17:18 Reporter : Sulaeman
Gubernur BI: Emak-Emak Jangan Pelit Beli Busana Muslim Indonesia Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu Achmud

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meminta kaum ibu-ibu atau emak-emak tidak pelit dalam membelanjakan uangnya untuk membeli produk fesyen muslim Indonesia. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap industri fesyen muslim nasional.

"Ojo pelit-pelit (jangan pelit-pelit) beli fesyen-nya halal Indonesia," kata Perry dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2022 di JCC Senayan, Kamis (6/10).

Perry menjelaskan, dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembangkan industri fesyen muslim nasional. Mengingat, potensi pasar industri fesyen muslim Indonesia yang luas dan terus berkembang.

"Keluarkan semua uangnya, beli untuk memajukan ekonomi perempuan," antusiasnya.

Pun, saat ini pemerintah dan Bank Indonesia telah menghadirkan kemudahan skema pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan ini, masyarakat tak perlu repot-repot membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk sekedar membeli aneka produk fesyen muslim buatan dalam negeri.

"Sekarang gak perlu repot pakai uang (tunai), cukup scan QR (QRIS)," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Kemendag: Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi menyebut bahwa Indonesia berpotensi untuk jadi pusat fesyen muslim dunia. Menurutnya dari segi populasi, muslim Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Dengan itu, dapat menjadi modal Indonesia untuk bisa menjadi trendsetter dunia dalam mode fesyen muslim.

"Ini tentu bukan hanya mimpi belaka, karena kita punya potensi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat mode fesyen muslim dunia," ujarnya dalam acara Influencer Gathering Road To JMFW yang diadakan secara online, Selasa (4/10).

Selain itu dia juga menyebutkan dari data yang ada, Indonesia saat ini berada di peringkat 3 dari survei yang dilakukan oleh Global Islamic Economy Indicator. Survei tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sangat memungkinkan untuk menjadi negara yang berpotensi mengembangkan produk dan menjadi pusat mode fesyen muslim dunia.

"Selama ini, leaders dari pusat fesyen muslim adalah Uni Emirat Arab dan Turki. Padahal penduduk mereka tidak lebih dari 50 juta, tapi kok kita kalah. Ini yang jadi tugas bagaimana kita harus naik peringkat satu di 2024," tambahnya. [idr]

Baca juga:
Festival Ekonomi Syariah 2022 Bukukan Kesepakatan Bisnis Hingga Rp9,43 T
BI Gencarkan Pengendalian Inflasi di Daerah
Tembus Rp6.127 Triliun, Utang Luar Negeri RI Disebut Masih Aman
Kurs Rupiah Anjlok 6,40 Persen, BI: Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia
BI Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di Kuartal III-2022, Ini Faktor Pemicunya
Cicilan KPR Disebut Tak Langsung Naik Meski Suku Bunga BI Naik, Begini Penjelasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini