Gubernur Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Minus 2,2 Persen di 2020

Selasa, 19 Mei 2020 14:44 Reporter : Merdeka
Gubernur Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Minus 2,2 Persen di 2020 Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2020 Humas Bank Indonesia

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi global negatif (-) 2,2 persen pada 2020.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam pembacaan hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sevara virtual, Selasa (19/5).

Lanjutnya, Perry memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan kembali meningkat pada 2021 menjadi 5,2 persen, didorong dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh banyak negara. Di saat bersamaan, Ketidakpastian pasar keuangan global juga mulai mereda.

"Tekanan nilai tukar pada kondisi ini secara perlahan mendorong mulai berkurangnya intensitas aliran modal keluar dari negara berkembang, kemudian diikuti dengan menurunnya nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, pandemi covid-19 juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 tercatat tumbuh 2,97 persen, melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97 persen.

1 dari 1 halaman

Dampak Dahsyat ke Ekonomi Dunia

ke ekonomi dunia rev1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, virus corona telah membawa dampak besar bagi ekonomi dunia. Menurutnya, kerugian ekonomi global akibat wabah virus corona setara dengan gabungan ekonomi Jerman dan Jepang atau senilai USD 9 triliun.

"Jadi dalam hal ini tidak ada pertanyaan lagi apakah covid-19 ini memiliki dampak dahsyat ke ekonomi dunia. Sudah terbukti," tegas Sri Mulyani dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (30/4).

Dia menjelaskan, tekanan ekonomi yang dialami berbagai kawasan pusat ekonomi dunia merupakan yang terbesar sejak krisis ekonomi global. Bahkan, negara adidaya Amerika Serikat (AS) yang mengklaim angka pengangguran bertambah hingga 26 juta jiwa hanya dalam kurun waktu lima minggu terakhir. Selain itu, kinerja sektor retail juga anjlok -6,2 persen atau terendah sejak tahun 2009.

Hal serupa juga dialami Eropa, seperti Jerman yang merupakan negara ekonomi utama di benua biru mengalami pertumbuhan ekonomi terendah di kuartal pertama tahun ini seperti yang dilaporkan Business Confidence. Pun, Inggris dibuat tak berkutik setelah sektor retail karena mengalami kerugian hingga -5,8 persen atau rekor terburuk di negeri kekuasaan ratu Elizabeth.

"Seperti indeks PMI manufaktur dan jasa di Eropa mengalami kontraksi hingga dilevel terendah sejak 2009," imbuh dia.

Reporter: Pipit

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,5 Persen
Skenario Pemerintah Masuki Kondisi Normal Baru Pasca Pandemi Corona
Ekonomi Indonesia di Kuartal II Diperkirakan Tumbuh Negatif
Sri Mulyani Catat Dana Pemulihan Ekonomi Akibat Corona Capai Rp 641,17 T
Skenario Terburuk, Angka Kemiskinan Meningkat 4,86 Juta Orang Akibat Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini