Gibran Rakabuming Mengaku Sudah 3 Tahun Tak Lagi Bawa Dompet

Kamis, 21 Oktober 2021 14:15 Reporter : Sulaeman
Gibran Rakabuming Mengaku Sudah 3 Tahun Tak Lagi Bawa Dompet Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku, sudah hampir tiga tahun terakhir tidak lagi membawa dompet saat bepergian. Sebab, dirinya lebih memilih untuk melakukan transaksi pembayaran secara non tunai atau cashless.

"Saya kebetulan sudah hampir 3 tahun ini tidak pernah pegang dompet sama sekali. Semuanya sebisa mungkin pembayaran secara cashless. (Kartu) ATM pun saya sangat jarang bawa," ujarnya dalam acara peluncuran PATRIOT (Program Akselerasi TRansaksI Online pemerinTah) oleh Grab-OVO, Kamis (21/10).

Gibran menerangkan, alasan dirinya yang tengah gandrung menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai lantaran dinilai lebih praktis. Salah satunya terhindar dari persoalan tentang uang kembalian atau dikenal istilah susuk dalam bahasa Jawa.

"Jadi, ini sangat memudahkan sekali. Tidak bingung lagi cari susuk. Mungkin teman-teman yang tidak tahu susuk itu apak? Susuk itu kembalian," bebernya.

Oleh karena itu, Gibran berkomitmen untuk memperluas cakupan pemanfaatan pembayaran secara non tunai di berbagai sektor untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah. Salah satunya di pasar tradisional.

"Karena sekali lagi (transaksi cashless) sangat memudahkan sekali. Dan mohon maaf penjual lanjut usia (di pasar) juga sangat gampang memakainya, karena hanya cukup menempatkan barcode di depan kios untuk transaksi. Sangat mudah sekali," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Bank Indonesia: Transaksi Digital Banking April 2021 Capai Rp 3.114,1 Triliun

transaksi digital banking april 2021 capai rp 31141 triliun rev1

Kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia (BI) terus diarahkan untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, serta akselerasi transaksi ekonomi dan keuangan digital. Upaya ini pun berhasil mendongkrak pertumbuhan transaksi elektronik.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital semakin tinggi seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring. Selain itu juga didorong meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

BI mencatat nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada April 2021 mencapai Rp22,8 triliun, atau tumbuh 30,17 persen (yoy). Begitu pula dengan transaksi digital banking yang mengalami pertumbuhan.

"Volume transaksi digital banking juga terus meningkat, di mana pada April 2021 tumbuh 60,27 persen (yoy) sebesar 572,8 juta transaksi dengan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 46,36 persen (yoy) hingga mencapai Rp3.114,1 triliun," kata Perry dalam konferensi pers pada Selasa (25/5).

Perry menegaskan, pihaknya akan terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien. Antara lain dengan mengakselerasi perluasan merchant QRIS melalui pendekatan ekosistem targeted, serta perluasan edukasi dan sosialisasi QRIS kepada seluruh lapisan masyarakat.

BI juga terus memperluas elektronifikasi penyaluran bantuan sosial dan transaksi keuangan Pemerintah Daerah, serta mendukung kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Sementara itu, kata Perry, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada April 2021 mencapai Rp 843,4 triliun, tumbuh 13,42 persen (yoy) seiring dengan meningkatnya kebutuhan uang kartal menjelang Idulfitri 1442 H.

"Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, Kartu Debet, dan Kartu Kredit pada April 2021 tercatat Rp 679,6 triliun, tumbuh 33,13 persen (yoy). Sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 H," ungkapnya.

[bim]

Baca juga:
Melihat Pembayaran Transaksi Digital di Baduy
Tren Pembayaran Digital Kala Pandemi: Metode e-Wallet Paling Populer?
Resmi Diluncurkan, Ini Sederet Keunggulan Sistem Pembayaran AstraPay
Usai Thailand, Pembayaran dengan QRIS Bisa untuk di Filipina, Malaysia dan Singapura
Transaksi Lintas Batas Negara Indonesia-Thailand Kini Bisa pakai QR Code
Sistem Pembayaran Digital Bantu Petani Indonesia Naik Kelas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini