Gerakan Boikot Tak Efektif, Jokowi Diminta Kirim Surat Protes ke Presiden Prancis

Kamis, 29 Oktober 2020 14:00 Reporter : Sulaeman
Gerakan Boikot Tak Efektif, Jokowi Diminta Kirim Surat Protes ke Presiden Prancis Jusuf Kalla Disambut Presiden Prancis Saat Hadiri KTT Paris. ©2019 AFP Photo/CHARLES PLATIAU

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah, memastikan gerakan boikot produk Prancis tidak akan memberi pengaruh yang berarti bagi sektor ekonomi. Menyusul produk-produk Indonesia sendiri tidak banyak yang bisa menjadi substitusi produk Prancis begitupun sebaliknya.

"Jadi, saya kira gerakan boikot terhadap produk Prancis tidak akan besar tekanannya," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (29/10).

Meski demikian, ujar Piter, ada cara protes lain yang lebih efektif untuk memberikan tekanan, sekaligus pesan agar Pemerintah Prancis lebih menghormati agama Islam. Salah satunya mendorong Pemerintah Indonesia melayangkan surat protes secara resmi atas pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Harus ada aksi untuk menunjukkan concern kita terhadap tindakan yang tidak menghormati agama orang lain. Bisa berupa surat protes resmi dari negara, lembaga-lembaga nasional atau internasional," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Macron Dukung Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad

penerbitan karikatur nabi muhammad

Sebelumnya, sejumlah asosiasi perdagangan di negara Arab mengumumkan pemboikotan produk Prancis sebagai bentuk protes atas komentar terbaru Presiden Emmanuel Macron terkait Islam. Awal bulan ini, Macron berjanji melawan 'separatisme kelompok Islam', yang dia disebut mengancam mengambil alih kendali di beberapa komunitas muslim di sekitar Prancis.

Dia juga menggambarkan Islam sebagai sebuah agama yang sedang dalam krisis di seluruh dunia dan mengatakan pemerintahnya akan mengajukan RUU pada Desember untuk memperkuat UU 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara.

Menurutnya, ditambah dukungannya terhadap majalah yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, memicu kampanye di media sosial menyerukan boikot produk Prancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki. Tagar berisi ajakan pemboikotan ramai di sejumlah negara seperti Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

[bim]

Baca juga:
Kecam Prancis, Presiden Iran Sebut Menghina Nabi Muhammad Berarti Hinaan Bagi Muslim
Prancis dan Nilai-Nilai Sekularisme yang Dipertanyakan
Aksi Massa Anti-Prancis Meluas Hingga Somalia
Gerakan Boikot Produk Prancis Dinilai Tak Berpengaruh Signifikan ke RI
Kaum Imigran, Kartun Nabi, dan Cita-Cita Prancis yang Berantakan
Imbas Kartun Nabi, Puluhan Ribu Warga Bangladesh Gelar Demo Anti-Prancis
Aksi Pria Keliling Prancis dengan Sepeda Tenaga Surya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini