Gerainya di Mana-Mana, Karyawan Teguk Cuma Ada 4 Orang
Ketersediaan jumlah tenaga kerja ini dipengaruhi oleh penurunan bisnis perusahaan.
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) alias Teguk mengakui hanya memiliki empat orang karyawan tetap. Informasi ini disampaikan oleh emiten gerai minuman manis tersebut usai dicecar sejumlah pertanyaan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait jumlah karyawan.
"Sehubungan dengan CaLK 1b disampaikan bahwa jumlah karyawan tetap Perseroan adalah 4 orang," kata Direktur Utama Teguk, Maulana Wahab dalam surat keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (10/2).
Dia menyebut, empat karyawan tetap Teguk tersebut mengisi posisi Supply Chain Manager, IT Manager, F & B Manager, dan Ass Manager Bussines Development. Sedangkan, selebihnya merupakan karyawan kontrak.
Adapun, jumlah tenaga outsourcing per 30 September 2024 adalah 67 karyawan. Sementara, jumlah tenaga outsourcing per 31 Desember 2024 naik menjadi 483 karyawan.
Ketersediaan jumlah tenaga kerja ini dipengaruhi oleh penurunan bisnis perusahaan. Maulana mencatat, Teguk hanya membukukan pendapatan sebesar Rp69 miliar pada per 30 September 2024. Angka ini mengalami penurunan signifikan yaitu Rp30 miliar atau 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dia menyebut penurunan hingga pendapatan 30 persen diakibatkan oleh kondisi market, dinamika pasar menekan kelompok menengah ke bawah yang merupakan target market TGUK. Selain itu, faktor daya beli masyarakat sangat rendah, penurunan ini sudah dirasakan di kuartal I hingga Kuartal III 2024.
"Customer sekarang merasakan bahwa membeli on line melalui Platform online menjadi lebih mahal," imbuh Maulana.
Sejalan dengan hal itu, Teguk melaporkan penurunan jumlah outlet sebanyak 110 outlet. Pada saat penawaran perdana saham tanggal 10 Juli 2023, tercatat jumlah outlet mencapai 145 unit, saat ini jumlah outlet tersisa 35 outlet.
Ke depan, Teguk berjanji akan menambah jumlah karyawan sesuai dengan pertumbuhan bisnis perseroan. Saat ini, emiten gerai minuman manis tersebut telah melakukan dengan Aice, Unilever, hingga Prochiz.
Misalnya, kolaborasi yang dilakukan perseroan dengan AICE, adalah Pihak AICE menyediakan Es Krim sementara perseroan menyediakan tempat selling point dan juga menyediakan Mo-Grim atau gerobak es krim. Kolaborasi ini berjalan hingga saat ini.
Untuk kolaborasi yang dilakukan perseroan dengan Unilever, adalah pemakaian produk Unilever pada produk yang dijual perseroan kepada masyarakat. Sementara kolaborasi yang dilakukan perseroan dengan Prochiz adalah pemakaian produk Prochiz yang produk dijual perseroan kepada masyarakat.
"Untuk kedepannya perseroan akan menambah jumlah karyawan sesuai dengan pertumbuhan perseroan," sebut Maulana.