Genjot SDM lokal, Menko Rizal minta tiru sistem pendidikan Jerman

Selasa, 19 April 2016 15:22 Reporter : Sri Wiyanti
Genjot SDM lokal, Menko Rizal minta tiru sistem pendidikan Jerman anak sekolah. merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman sedang mendorong perkembangan 10 destinasi wisata di Tanah Air. Potensi wisata Indonesia ini bertujuan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata. Maka dari itu, salah satu syaratnya diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan profesional untuk bisa mengisi pos-pos pekerjaan, utamanya di sektor pariwisata.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli menilai, perlu penambahan fasilitas pendidikan tenaga kerja yang khusus menggarap sektor tertentu atau kejuruan. "Kita terlalu ngikut sistem seperti Amerika dan Inggris. Padahal ada sistem pendidikan lain yang lebih mengutamakan sistem pendidikan kejuruan yaitu vocational training dan politeknik yaitu sistem pendidikan Jerman, Australia, Swiss," kata Menko Rizal di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/4).

Menko Rizal menilai, pendidikan berbasis kejuruan, lebih mampu menciptakan lulusan yang siap pakai. Dengan demikian, para lulusan relatif lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah usai masa pendidikan.

"Itu mereka lebih fokus, lebih mementingkan pendidikan kejuruan sehingga alumninya bisa masuk cepat ke industri," imbuhnya.

Dia menambahkan, pemerintah menggelontorkan begitu banyak dana untuk sistem pendidikan umum dengan hasil lulusan yang belum matang untuk dunia kerja. "Bayangkan total anggaran pendidikan itu Rp 414 triliun itu seluruhnya untuk pendidikan umum," tuturnya.

Guna menyiasati hal itu, Kementerian Koordinator Kemaritiman menggandeng Kementerian Tenaga Kerja untuk bisa menyiapkan balai latihan kerja dalam mendukung transformasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang saat ini dinilai rendah kemampuan menjadi tenaga profesional Indonesia (TPI) yang memiliki kemampuan di bidangnya.

"Oleh karena itu, Kita ingin supaya ada transformasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari yang sifatnya umum, dari yang sifatnya unskilled menjadi Tenaga Profesional Indonesia," ucapnya. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini