Genjot Rasio Elektrifikasi NTT 99 Persen, ESDM Tambah 13.000 Lampu Tenaga Surya

Senin, 25 Maret 2019 13:11 Reporter : Merdeka
Genjot Rasio Elektrifikasi NTT 99 Persen, ESDM Tambah 13.000 Lampu Tenaga Surya ESDM Genjot Rasio Elektrifikasi Pakai LTSHE. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah alokasi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengejar pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 99 persen. Salah satu caranya alokasi pemasangan LTSHE pada tahun ini akan ditambah.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi EBTKE Harris mengatakan penambahan tersebut berdasarkan arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi 99 persen di NTT.

"Sesuai arahan pak menteri untuk alokasi NTT beliau melihat perlu ditambah, karena mengejar rasio elektrifikasi. Jadi diharapkan bisa meningkatkan laju elektrifikasi yang masih rendah," kata Harris, di Jakarta, Senin (25/3).

Menurut Harris, awalnya Kementerian ESDM mengalokasikan pemasangan LTSHE, untuk wilayah NTT pada tahun ini sebanyak 13.000 unit. Kemudian atas arahan tersebut bertambah menjadi 26.000 unit LTSHE. "Dari 13.000 ditambah 20-26 ribu yang penting dapat meningkatkan rasio elektrifikasi 99 persen," tuturnya.

Harris melanjutkan, untuk mengejar rasio elektrifikasi 99 persen di NTT tidak hanya mengandalkan LTSHE, tetapi PT PLN (Persero) juga akan mengembangkan jaringan listriknya. "Tapi bukan LTSHE satu satunya ada grid dari PLN. Ada alokasi biaya yang sudah disiapkan sebelumnya," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, NTT menjadi Provinsi yang terendah rasio elektrifikasinya di Indonesia, padahal pada dua tahun lalu posisi tersebut ditempati oleh Papua dan Maluku hal ini menandakan penyediaan pasokan listrik di kedua wilayah tersebut semakin merata.

"Provinsi NTT paling rendah sekitar 60 persen, waktu dua tahun lalu Maluku Papua paling rendah sekitar 60 persen," kata Menteri Jonan.

Menteri Jonan pun telah melakukan komunikasi dengan Direktur Bisnis Regional, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Raharjo Abumanan, untuk mati-matian mengejar ketertinggalan pemerataan kelistrikan di NTT, sehigga bisa mencapai 99 persen pada tahun ini.

"Saya bicara dengan Pak Djoko, ini begini kalau Kita lihat jumlah penerangan dinikmati masyarakat. Kitab sudah sepakat PLN akan mati-matian memenuhi sampai rasio elektrifikasi 90 persen," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini