Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Ingin Rp1.700 T Habis di Kuartal III dan IV

Rabu, 12 Agustus 2020 14:15 Reporter : Anggun P. Situmorang
Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Ingin Rp1.700 T Habis di Kuartal III dan IV Menko Airlangga. ©2020 Tebe/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah sudah menganggarkan Rp2.700 triliun belanja tahun ini termasuk untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga Juli lalu, pemerintah sudah menghabiskan Rp1.000 triliun, sementara sisanya Rp1.700 triliun akan dihabiskan di Kuartal III dan IV untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah sudah membelanjakan dari Rp2.700 triliun anggaran yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai Juli kemarin sudah membelanjakan Rp1000 triliun sehingga dalam kuartal III dan kuartal IV itu kita diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun di mana, Rp700 di kuartal III dan Rp1.000 triliun ada di kuartal IV," ujarnya saat memberi paparan dalam pembukaan Rakornas Apindo, Rabu (12/8).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi mendorong para menteri-menterinya untuk bergerak cepat memacu belanja agar pertumbuhan ekonomi bisa memasuki zona positif. "Bapak Presiden mendorong belanja disetiap kementerian dipacu. Karena kalau ini dipacu kita harapkan bisa masuk ke jalur positif," jelasnya.

Dia melanjutkan, pada kuartal lalu beberapa sektor pendorong pertumbuhan ekonomi berada pada zona negatif baik konsumsi Rumah Tangga, belanja pemerintah serta penurunan ekspor impor. Hanya beberapa sektor yang tumbuh positif yaitu sektor komunikasi, utilitas air, jasa kesehatan, pertanian yang didorong oleh sawit kemudian jasa pendidikan dan keuangan.

Sementara itu, sektor yang paling terdampak adalah akomodasi, transportasi dan makanan serta minuman. Untuk itu, pemerintah tengah mengkaji kebijakan untuk mendorong pergerakan ekonomi di tiga sektor tersebut.

"Memang yang paling terdampak itu akomodasi, transportasi dan makanan minuman. Akomodasi, transportasi dan makanan minuman ini lah yang mendorong pemerintah bagaimana membuat kebijakan. Ini perlu dibahas stimulan mendorong sektor ini. Bisa ada skema yang dibahas baik itu untuk perhotelan maupun restoran," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini