Generasi Sandwich, Yuk, Investasi Demi Masa Tua Nyaman Tak Bebani Keturunan

Sabtu, 9 Oktober 2021 16:44 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Generasi Sandwich, Yuk, Investasi Demi Masa Tua Nyaman Tak Bebani Keturunan ilustrasi keluarga besar. ©thelearningcommunity.us

Merdeka.com - Sore itu, Robby tampak asik bermain dengan dua anaknya di halaman rumah. Suara tawa membahana dari ketiganya. Namun, di balik tawa dan senyum cerianya, siapa sangka Robby menyimpan kegalauan.

"Saya ini generasi sandwich," ujar pria berusia 40 tahunan ini saat memulai cerita.

Istilah generasi sandwich pertama kali diperkenalkan pada 1981 oleh Dorothy A. Miller, seorang profesor sekaligus direktur Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Generasi sandwich ialah generasi yang harus menanggung hidup 3 generasi.

Pertama, orang tua. Kedua, dirinya sendiri. Ketiga, anaknya. Generasi ini muncul imbas kegagalan perencanaan keuangan orang tua. Kondisi tersebut diibaratkan seperti sandwich.

Di mana, sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua untuk roti lapisan atas dan anak untuk roti lapisan bawah. Sedangkan, isi sandwich yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri.

Robby bercerita, saat ini dirinya juga harus menanggung biaya hidup orang tua. Sebab, sang bapak bangkrut akibat bisnis salah urus. Celakanya, bapak Robby menjadikan bisnisnya sebagai sumber penghasilan biaya hidup masa tua.

"Rantai ini harus diputus. Jangan sampai kehidupan anak saya mirip saya. Maka dari itu, saya berinvestasi untuk menyiapkan bekal masa tua."

Manulife Asia Care Survey, pada November 2020, mencatat 88 persen responden Indonesia menilai perencanaan masa pensiun semakin penting sejak pandemi Covid-19. Tingginya kesadaran terhadap perencanaan masa pensiun berkaitan dengan kekhawatiran yang dirasakan 40 persen responden terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan dampak dari Covid-19.

Perencana Keuangan Finansialku, Rizqi Syam CFP menyebut, ketidaktahuan akan pentingnya perencanaan keuangan para generasi tua, menjadi penyebab banjirnya keberadaan generasi sandwich saat ini.

Selain itu, kemunculan generasi sandwich juga sebagai akibat seorang anak merasa berkewajiban untuk memikul kehidupan orang tua. Mereka ingin memberikan kehidupan terbaik untuk orang tua namun secara bersamaan memberatkan diri mereka sendiri.

"Imbasnya uang yang didapat hanya dihabiskan saat ini. Mereka hanya fokus on present, tidak menabung untuk masa depan," ujarnya kepada merdeka.com.

Maka dari itu, Rizqi menekankan pentingnya perencanaan keuangan. Khusus kepada generasi sandwich, dia menyarankan untuk terbuka dan mulai berdiskusi mengenai kondisi keuangan.

"Cobalah diskusikan mengenai pengeluaran orang tua dengan anggota keluarga lainnya agar kita mengetahui batasan pengeluaran terendah yang bisa dialokasikan," pintanya.

Jika masih tidak ada anggaran untuk menabung, Rizqi mendorong generasi sandwich untuk mencari pemasukan tambahan. Dia mengingatkan jika tidak memiliki selisih anggaran, secara teknis kondisi keuangan tidak akan membaik. Karena setiap tahun akan selalu ada inflasi.

"Perhatikan income kita agar dapat menabung dana darurat dan memiliki asuransi untuk keluarga yang ditanggung."

Lalu bagaimana cara yang efektif dalam menyiapkan rencana keuangan masa tua? Silakan lanjutkan membaca di halaman-halaman berikutnya.

2 dari 3 halaman

6 Tips Mencapai Tujuan Pensiun Anti jadi Beban

mencapai tujuan pensiun anti jadi beban rev1

Manulife Indonesia memberikan 6 panduan menyiapkan rencana keuangan masa tua. Pertama, segera persiapkan rencana pensiun saat masih muda atau ketika sudah memiliki pendapatan. Kedua, susun rencana keuangan yang jelas.

"Yang perlu ditentukan ketika hendak menyusun rencana dana pensiun adalah satu, pada usia berapa Anda berencana pensiun, atau tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Dua, tentukan asumsi usia harapan hidup. Tiga, tentukan perkiraan kebutuhan dana yang diperlukan untuk hidup sehari-hari. Terakhir, ketahui waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan dana tersebut," tulis Manulife dikutip dari laman resminya.

Ketiga, pilih instrumen investasi yang tepat. Beberapa instrumen investasi yang tepat untuk tujuan keuangan jangka panjang adalah saham, reksa dana saham, reksa dana campuran, dan lain sebagainya.

Keempat, miliki asuransi. Kelima, menjaga kesehatan keuangan. Beberapa cara menjaga keuangan tetap sehat yakni menghindari utang konsumtif dan menjaga rasio utang sehat. Serta, perkuat dana darurat. Selain itu, biasakan mencatat pengeluaran dan melakukan budgeting.

Keenam atau terakhir ialah naikkan jumlah pemasukan. Di usia muda, dana pensiun bukan satu-satunya yang perlu disiapkan. Masih ada rencana keuangan dana pendidikan anak, dana liburan, dana pembelian rumah pertama dan kedua, dan lain sebagainya.

"Supaya pendapatan Anda memadai untuk ditabungkan ke semua pos rencana keuangan tersebut, jangan segan-segan untuk mencari pendapatan tambahan."

Berkaca dari cerita Robby, maka investasi dapat menjadi salah satu solusi permasalahan. Reksa dana bisa menjadi pilihan. Selain paling mudah untuk dijangkau karena telah banyak penawaran di berbagai platform, reksa dana juga cocok bagi orang yang tidak memiliki dana besar untuk berinvestasi.

Yuk kenal lebih dalam mengenai produk reksa dana di halaman selanjutnya.

3 dari 3 halaman

Investasi Reksa Dana

dana rev1

Bank OCBC NISP menyebut reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasinya yang menguntungkan, dan tingkat profitabilitasnya pasti serta minim risiko. Ditambah, reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal rendah.

Sebab, setoran awal reksa dana relatif terjangkau dibandingkan dengan aktivitas penanaman modal lainnya. Terdapat pula manajer investasi yang siap memandu serta membantu para investor dalam melakukan aktivitas ini.

Menurut, Tim Wealth Management Bank OCBC NISP ada 6 jenis reksa dana saat ini yang bisa dimiliki masyarakat sesuai tujuan keuangannya. Pertama, reksa dana saham. Reksa dana ini akan menginvestasikan dana ke efek saham yang paling menguntungkan berdasarkan perhitungan manajer investasi.

"Reksa dana ini sesuai untuk investasi jangka panjang, setidaknya sepanjang 5 tahun," tulis mereka.

Kedua, reksa dana pendapatan tetap. Jika memilih jenis ini, dana akan diinvestasikan pada instrumen berupa utang seperti obligasi dan surat utang. Investasi ini bisa digunakan untuk tujuan jangka menengah, 1-3 sekitar tahun.

Ketiga, reksa dana campuran. Seperti namanya, reksa dana campuran adalah investasi yang dialokasikan di berbagai instrumen. Manajer investasi bisa menginvestasikan pada efek saham, obligasi, surat utang, deposito, dan sebagainya. Jangka waktu yang sesuai adalah 3-5 tahun.

Keempat, reksa dana pasar uang. Investasi reksa dana diberikan pada pasar uang Indonesia 100 persen dan jenis ini cocok untuk tujuan jangka pendek, yaitu 1 tahun.

Kelima, reksa dana syariah. Reksa dana syariah dialokasikan pada instrumen-instrumen yang menjalankan prinsip-prinsip syariah. Bagi para muslim yang tidak setuju dengan sistem bunga, pilihan ini bisa jadi solusi.

Keenam, reksa dana berjangka. Ini adalah produk investasi dengan pembelian Harian, Mingguan, dan Bulanan. Produk ini menggunakan konsep berbunga.

"Seperti contohnya di ONe Mobile, investasi reksa dana berjangka bisa dilakukan dengan nominal mulai dari Rp20.000." [bim]

Baca juga:
Cara Mendapatkan Uang dengan Mudah secara Online, Menjual Foto hingga Membuat Konten
Ketahui Cara Membuat RAB Beserta Definisi & Fungsinya, Hitung Biaya yang Dibutuhkan
Kuasai 4 Teknik Ini Agar Bisnis Online Tetap Moncer
Solusi Keuangan Sebelum Gajian Agar Tak Terjerat Pinjol Ilegal
Hindari 3 Kesalahan Umum yang Kerap Dilakukan Fresh Graduate

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini