Gelar RUPST, Waskita Beton Precast Ubah Jajaran Direksi dan Komisaris

Jumat, 23 April 2021 14:45 Reporter : Merdeka
Gelar RUPST, Waskita Beton Precast Ubah Jajaran Direksi dan Komisaris Pembangunan Tol BORR. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 di Jakarta pada Jumat, (23/4).

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk, Siti Fathia Maisa Syafurah mengatakan, RUPST tersebut dihadiri oleh 66,79 persen pemegang saham.

Terdapat beberapa agenda yang dibahas dan mendapatkan persetujuan oleh pemegang saham dalam RUPST ini. Di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Adapun susunan Komisaris dan Direksi Waskita Beton Precast yang telah ditetapkan sebagai berikut:

Susunan Komisaris

Komisaris utama: Bambang Rianto

Komisaris: Eka Desniati

Komisaris: Hadi Sucahyono

Komisaris Independen: Abdul Ghofarrozin

Komisaris Independen: Agus Budiman Manalu

Susunan Direksi

Direktur Utama : Moch. Cholis Prihanto

Direktur: Mohamad Nur Sodiq

Direktur: Heri Supriyadi

Direktur: FX Poerbayu Ratsunu

Direktur: Arijanti Erfin

2 dari 2 halaman

kontrak Baru Sepanjang 2020

Sepanjang 2020, Perseroan membukukan perolehan nilai kontrak baru perusahaan sebesar Rp1,86 triliun. Perolehan kontrak baru ini didominasi dari proyek eksternal sebesar Rp998,79 Sedangkan untuk perolehan proyek internal sebesar Rp866,56 miliar (46 persen).

"Fokus manajemen pada pasar eksternal sejalan dengan strategi manajemen untuk meningkatkan eksposure ke pelanggan eksternal," kata Siti dalam keterangan resmi, Jumat (23/4/2021).

Hal tersebut, menurut Siti, tergambar dari pertumbuhan pelanggan yang meningkat hingga 48,28 persen dari tahun 2019 sebesar 87 pelanggan menjadi 129 pelanggan. Angka tersebut merupakan angka pertumbuhan pelanggan tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Selain itu, Perusahaan juga berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,21 triliun. Adapun sisa nilai kontrak yang dimiliki di akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp4,11 triliun. Hal ini akan menjadi potensi pendapatan usaha pada 2021.

Arus kas operasional perusahaan pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp561,48 miliar atau 21,4 kali jumlah arus kas operasional pada 2019 yaitu sebesar Rp26,27 miliar. Nilai ini didukung oleh pencairan termin dari pelanggan sebanyak Rp3,33 triliun sepanjang 2020.

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Divestasi Jalan Tol Jadi Angin Segar Buat Keuangan Waskita Karya
RUPS Waskita Karya Setujui Pendanaan Proyek dengan Jaminan Rp15,3 triliun
Imbas Pandemi, Direksi hingga Karyawan Waskita Karya Tak Dapat Kenaikan Gaji
JPU Tuntut 5 Mantan Bos Waskita Karya 6 hingga 9 Tahun Bui Terkait Kontrak Fiktif
Waskita Karya Harap Kehadiran LPI Percepat Penjualan 9 Ruas Tol

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Waskita Karya
  3. BUMN
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini