Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Pola Baru Pengelolaan Cadangan Beras

Rabu, 4 Desember 2019 16:56 Reporter : Idris Rusadi Putra
Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Pola Baru Pengelolaan Cadangan Beras Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bertopik 'pengelolaan cadangan beras pemerintah' dan meminta pembuatan pola baru pengelolaan cadangan beras.

"Saya minta regulasi dan manajemennya diselesaikan dan dibereskan dan dibuat pola-pola baru dan terobosan baru sehingga tidak justru menjadi beban bagi Bulog," kata Presiden dalam sambutan pembukaan rapat di Kantor Presiden dikutip Antara, Rabu (4/12).

Menurut Presiden, pengelolaan cadangan beras pemerintah perlu dibenahi sehingga dapat mengatasi penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan dan dapat mengurangi biaya perawatan.

Selain itu, Presiden meminta data beras dapat saling disesuaikan antar kementerian dan lembaga terkait cadangan beras pemerintah.

"Sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan dan tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah perbaikan yang kita lakukan," jelas Presiden.

Jokowi juga menyoroti aspek ketersediaan dan keterjangkauan beras di setiap wilayah Indonesia. Penciptaan efisiensi dan keandalan manajemen logistik dibutuhkan untuk memperkuat persoalan tersebut.

2 dari 3 halaman

Banyak Pejabat Hadir

hadir rev1

Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun mendampingi Presiden pada rapat yang dimulai pukul 15:40 WIB tersebut.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, dan Kepala Bulog Budi Waseso, serta Kapolri Jenderal Idham Azis.

Selain itu Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga turut dalam rapat itu.

3 dari 3 halaman

Mendag Cari Akal Agar Beras Bulog Tak Dibuang

akal agar beras bulog tak dibuang rev1

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto akan segera mencari solusi untuk menanggulangi 20.000 ton beras Bulog yang turun mutu dan terancam busuk.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut diketahui telah disimpan selama 4 bulan. Mendag Agus akan segera menggelar rapat mencari jalan keluar masalah ini dalam waktu dekat.

"Jadi 20.000 ton itu (beras) sudah agak lama, kita akan evaluasi kemungkinan hari ini kita rapatkan, supaya ada solusinya," ungkapnya di Jakarta, Rabu (2/12).

Terkait dengan hal ini, Perum Bulog dikabarkan akan melelang beras turun mutu tersebut. Namun, Agus masih belum bisa menanggapinya.

"Nanti, belum diputuskan kebijakannya. Kita kan tidak kerja sendiri, kita harus bekerja sama tim, dengan kementerian lain," imbuhnya.

Wacana pelelangan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Adapun lelang tersebut guna menghindari pemusnahan beras yang mengalami penurunan mutu. [idr]

Baca juga:
Budi Waseso Bongkar Sebab Bulog Rugi dan Tanggung Utang Total Rp28 Triliun
Edy Rahmayadi Temukan Beras Impor Berbau Apak Beredar di Medan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini