Gelar pameran, pengusaha travel umrah dan haji Solo incar transaksi Rp 20 M

Senin, 23 Juli 2018 16:37 Reporter : Arie Sunaryo
Gelar pameran, pengusaha travel umrah dan haji Solo incar transaksi Rp 20 M Ketua Perpuhi Solo. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Maraknya kasus penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah di Indonesia tak lantas membuat ciut nyali pelaku bisnis tersebut di Kota Solo. Bisnis ini selalu menggiurkan bagi perusahaan jasa travel, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga para agen travel mudah mencari target pasarnya.

Untuk menarik minat para calon jemaah, 28 biro umroh yang tergabung dalam Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) mengadakan pameran bertajuk Perpuhi Umrah Travel Fair (PUTF) 2018. Pameran kelima ini digelar 27-29 Juli 2018 di Assalam Hypermarket, Kartasura, Solo.

"Dalam pameran kali ini, kami menargetkan nilai transaksi minimal Rp 20 miliar," ujar Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu, di Solo, Senin (23/7).

Suprabu menyampaikan, pameran kali ini mengambil tema 'Amanah Melayani Jamaah'. "Tema ini sebagai jawaban dari banyaknya biro jasa umrah yang melakukan penipuan terhadap jemaah. Baik yang batal diberangkatkan hingga pemberangkatan yang molor. Sampai saat ini masih banyak yang belum bisa diberangkatkan oleh biro yang bermasalah," katanya.

Menurut Suprabu, dalam pameran tersebut, pengunjung akan mendapatkan informasi mengenai paket umrah terbaik dan amanah. Sehingga para jemaah bisa dilayani mulai pemberangkatan sampai pemulangan.

"Untuk pameran kelima ini, kami kembali menggandeng Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Syariah. Pengunjung juga akan mendapatkan penawaran yang menarik dari Garuda Indonesia. Penawaran ini hanya bisa didapatkan jika jemaah melakukan pendaftaran lewat pameran," jelasnya.

Suprabu mengatakan 80 persen peserta pameran merupakan anggota dari Perpuhi. "Kalaupun ada yang bukan anggota Perpuhi, pasti biro travel dan umrah sudah berizin. Kami lakukan seleksi peserta sangat ketat," tandasnya.

Sales & Marketing Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Boedi Priantoro, mengemukakan potensi pasar perjalanan haji dan umrah di Jogja (Yogyakarta), Solo, dan Semarang (Joglosemar) cukup tinggi. Hal ini juga terlihat dari banyaknya jumlah kloter yang diberangkatkan dari Joglosemar.

"Wilayah Joglosemar ini sangat potensial sekali, untuk haji saja kami melayani hingga 95 kelompok terbang (Kloter). Selain Joglosemar, wilayah Madiun, Ngawi, Pacitan dan Jawa Timur bagian barat ini juga potensial. Sekitar 20 persen jemaah umrah dari sana," terangnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini