GBK bakal punya gedung parkir beratap panel surya penghasil listrik terbesar se-Asia

Jumat, 29 Desember 2017 13:26 Reporter : Wilfridus Setu Embu
GBK bakal punya gedung parkir beratap panel surya penghasil listrik terbesar se-Asia Gelora Bung Karno. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) menyatakan pihaknya tengah membangun fasilitas tempat parkir pintar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Menariknya, atap gedung parkir terbuat dari panel surya yang diklaim mampu menghasilkan listrik terbesar se-Asia di kelasnya.

Direktur PPK PPBS 3 (Pelaksanaan Pembangunan Strategis 3) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Anggoro Putro, mengatakan hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ada pun kapasitas listrik yang dihasilkan solar panel tersebut mencapai 1 MW.

"Memang semangat baru kan energy of Asia, kita buktikan kita mampu membuat park smart parking ditambah lagi roof (atap) solar panel terbesar di Asia karena 1 MW," ungkapnya di Jakarta Pusat, Jumat (29/12).

Dia menjelaskan, dengan adanya tambahan 1 MW tersebut, maka total kapasitas listrik EBT di GBK sebesar 1,4 MW. "1 MW untuk elevated parking dan sekarang sudah eksisting yang dipasang di stadion utama itu sekitar 0,3 MW kemudian di aquatik sendiri 0,1 MW. Jadi sekarang eksisting terpasang 0,4 MW. Totalnya ada 1,4 MW," kata dia.

Ada pun pengerjaan tempat parkir dengan daya tampung 1.000 kendaraan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2018. "Secara kontrak, (selesai) Juli akhir, tapi kita lakukan percepatan di Juni akhir sudah selesai semua, saat Asian Games jalan itu udah bisa beroperasi," jelas Anggoro.

Diketahui, jumlah total investasi pembangunan tempat parkir ini senilai Rp 244 miliar. Sedangkan untuk fasilitas panel surya membutuhkan dana mencapai Rp 40 miliar yang termasuk dalam nilai kontrak. Ada pun proyek ini digarap oleh PT Jaya Konstruksi. "Secara nilai, kontrak parking (gedung parkir) Rp 244 miliar, solar panel sekitar Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar, karena itu blended dalam kontrak," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini