Garuda Indonesia Punya Cara Unik Bedakan Penumpang Mudik dan Pulang Kampung

Rabu, 29 April 2020 14:03 Reporter : Idris Rusadi Putra
Garuda Indonesia Punya Cara Unik Bedakan Penumpang Mudik dan Pulang Kampung Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Maskapai Garuda Indonesia memiliki strategi untuk membedakan penumpang yang mudik dan pulang kampung dalam masa pelarangan mudik saat ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, cara tersebut dapat dilihat dari kepemilikan tiket kembali (return ticket).

"Kalau di penerbangan mudah mendefinisikan mudik atau pulang kampung. Pertama dari KTP asal daerah, kedua tidak punya tiket balik atau ‘return ticket’," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual dengan Komisi VI DPR dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (27/4).

Dia mengeluhkan, banyak calon penumpang yang tidak bisa terbang dan memutuskan untuk mengembalikan bea tiket (refund), terlebih setelah keluar Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama asa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Kita masih menghadapi kondisi abnormal, banyak yang membatalkan karena tidak bisa pergi bukan karena tidak mau ditambah PM 25 mewajibkan kami me-‘refund’ tiket," katanya.

Namun, Irfan mengatakan pihaknya akan tetap mengembalikan bea tiket dengan voucher meskipun itu untuk tiket promo.

"Kalau tiket pesawat kelas rendah, seperti promo, Anda tidak bisa ‘refund’, tidak bisa ‘reschedule’, tertulis begitu. Tapi, karena kondisi ini siapapun kami ‘refund’, tapi tidak ganti dengan cash, kami ganti voucher berlaku sampai Maret 2021," katanya.

1 dari 1 halaman

Harap Penerbangan Kembali Buka 3 Mei

kembali buka 3 mei rev1

Dia berharap pada 3 Mei 2020, penerbangan domestik bisa dibuka kembali karena banyak penumpang yang terjebak (stranded) di zona merah dan yang masuk ke dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kalau dibuka lagi tanggal 3 Mei, siapapun akan banyak persyaratan, termasuk maksud terbang dan kesehatan," katanya.

Awalnya, Irfan akan memindahkan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, ke Bandara Kertajati, Majalengka, namun akan menimbulkan masalah baru di sisi transportasi darat.

"Kami ada keinginan pindahkan ke Kertajati dari Cengkareng. Ini cuma mengalihkan saja persoalan tadinya di pesawat sekarang di darat karena dari Jakarta harus melalui akses tol di mana dalam PM 25 diawasi sangat ketat," katanya. [idr]

Baca juga:
Di Tengah Pandemi, Garuda Indonesia Angkut Kargo Pakai Pesawat Penumpang
Garuda Indonesia Prediksi Jumlah Penumpang Menurun Drastis Jelang Lebaran
Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Gaji 25.000 Karyawan
Anggota DPR Soroti Kondisi Keuangan Garuda yang Terdampak Corona
Garuda Indonesia Masih Terbang dari Jakarta ke Makassar, Angkut Apa?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini