Garuda Indonesia Minta Maaf dan Lakukan Pemeriksaan Kasus Pilot Arogan

Selasa, 7 Januari 2020 11:12 Reporter : Merdeka
Garuda Indonesia Minta Maaf dan Lakukan Pemeriksaan Kasus Pilot Arogan Garuda Indonesia. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memohon maaf atas insiden tidak menyenangkan yang dialami salah satu penumpang pesawat GA 404 rute Jakarta - Denpasar pada Sabtu (4/1). Pihaknya saat ini juga sedang melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

"Saat ini, Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas sesuai prosedur," ujar Plt Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (7/1).

Fuad menyatakan Garuda Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan penumpang yang dimaksud dan berupaya menyelesaikan masalah sebaik-baiknya.

Fuad menegaskan, Garuda Indonesia tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi atau data penumpang maupun informasi apa pun terkait insiden ini kepada publik.

"Kami juga menyesalkan beredarnya data pribadi penumpang dan keluarga, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Dapat kami pastikan bahwa hal tersebut bukan berasal dari Garuda Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, salah satu penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia menceritakan pengalaman tidak menyenangkannya ketika terbang bersama maskapai pelat merah ini. Dirinya dan sang suami dituduh menghina Garuda dengan sebutan tidak pantas serta mendapat kata-kata arogan dari kapten pilot yang membawa pesawat mereka saat itu.

1 dari 3 halaman

Viral, Cerita Penumpang Ditahan Pilot Arogan Garuda Indonesia

Cerita ini dibagikan melalui media sosial Twitter @jesswjk atau Jessica. Dikutip pada Senin (6/1/2020), Jessica mengungkapkan dirinya sedang menumpangi pesawat Garuda GA404 bersama suami, tiga orang anak, dan dua pengasuhnya.

Sebelum mendarat, anak sulungnya hendak buang air besar. Memang saat itu, kapten pesawat telah memerintahkan seluruh penumpang untuk memasang sabuk pengaman.

Sang suami berinisiatif meminta izin, tapi pramugari yang melayani mereka tidak mengizinkannya karena alasan keamanan.

"Terus suami gue patuh dong. Duduk kembali. That's fine, terus anak gue mengeluh sakit perut (he held it in though! What a camp), suami gue jadi panik sendiri + ngedumel (INI NGEDUMEL KE GUE LHO YA!! IN HIS SEAT!!) tentang Garuda ke gue. Ya menurut gue wajar, lha dia concerned tentang anaknya," tulis Jessica.

Singkat cerita, Jessica dan keluarganya berhasil mendarat dengan selamat dan mereka menunggu di lounge. Namun saat tengah pergi dari lounge, petugas menahan mereka dengan alasan sang kapten pilot Garuda Indonesia ingin berbicara dengan mereka.

"Nah di sini gue curiga, karena di depan lounge udah ngumpul sekitar 7-8 petugas AvSec dan Gapura (ground handling-nya Garuda), 3 orang pilot dan 6 orang pramugari. Karena gue bingung, jadi gue request orangtua gue untuk duluan jalan keluar, kita kan nggak tau ya ada apaan," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Mengeluarkan Kata-kata Arogan

Tak lama, Jessica mendapati kapten pesawat yang ditumpanginya datang dan mengeluarkan kata-kata yang arogan.

"Captainnya berujar lagi, 'Ni tahan semua orang nih!' ke Avsec. Gue makin bingung dong, gila gue uda bayar premium kenapa diperlakukan seperti penjahat TANPA ALASAN YANG JELAS. Suami gue bilang lagi, 'ini ada apa ya'," tambahnya.

Sang suami yang tidak tahu menahu, kembali dibentak oleh sang kapten yang menanyakan apa yang telah diucapkan saat menghina Garuda.

"Suami gue bilang, Hah? Kapan kita menghina Garuda? Apa buktinya? Coba tunjukin ke saya." Captain-nya bikin gesture manggil ke arah pramugari yang bergerombol di depan, lalu pramugari yang serving kami di business class dateng. Pramugarinya bilang, "Saya denger bapak blg garuda tai"," lanjut Jessica.

3 dari 3 halaman

Dilaporkan ke Pemegang Saham, Pilot Kabur

Mendadak sontak, Jessica dan suaminya naik pitam. Dirinya menyatakan memiliki relasi dengan pemegang saham Garuda dan mengancam kapten tersebut jika masih menahan dirinya dengan arogan.

Tak lama mendengar hal itu, sang kapten langsung pergi meninggalkan Jessica. Saat Jessica hendak meminta nama kapten tersebut, tidak ada satu orang pun yang mau memberi tahu namanya.

Dalam kicauannya, Jessica juga melampirkan surat keterangan dari Garuda yang menudingnya sebagai penghina maskapai tersebut.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Cerita Penumpang Ditahan Pilot Arogan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Batal Pinjam USD 900 Juta untuk Bayar Utang
JPU: Eks Dirut Garuda Cuci Uang Hasil Suap untuk Beli Apartemen dan Lunasi Rumah
Sidang Perdana, Emirsyah Satar Didakwa Terima Suap atas Pengadaan Pesawat
Harley Selundupan Milik Mantan Dirut Garuda Parkir di Gudang Bea Cukai
Garuda Indonesia Mengaku Rugi di Rute-rute Internasional
Selundupkan Harley, Eks Dirut Garuda Indonesia Terancam Dipenjara

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini