Garuda Indonesia Mau Citilink Cabut Gugatan ke Sriwijaya Air

Kamis, 3 Oktober 2019 13:03 Reporter : Merdeka
Garuda Indonesia Mau Citilink Cabut Gugatan ke Sriwijaya Air Citilink. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara meminta PT Citilink Indonesia untuk mencabut gugatannya terhadap Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air), mengingat Garuda Indonesia telah sepakat kembali menjalin kerjasama dengan Sriwijaya Air. Dengan demikian, kedua maskapai dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang dan pegawainya.

"Saya sudah minta sama Citilink untuk men-drop tuntutan tersebut, sehingga yang penting penumpang terlayani dan juga para pegawai pastinya," pintanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/10).

Dia juga menyampaikan, Garuda Indonesia telah berkomunikasi dengan para pemegang saham di Sriwijaya Air Group perihal kasus ini. "Yang soal gugatan Citilink karena kita sudah sepakat dengan pemegang saham. Yang penting seperti spirit yang disampaikan bu Menteri (BUMN, Rini Soemarno), bahwa kita harus melayani penumpang dan pegawai," tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Citilink memang telah resmi melayangkan gugatan kepada Sriwijaya Air dan NAM Air atas dugaan wanprestasi atau tidak dipenuhinya kewajiban dalam perjanjian bisnis perseroan.

Melansir situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, gugatan didaftarkan pada 25 September. Dalam keterangannya, maskapai berpelat merah itu mengajukan gugatan Nomor Perkara 582/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst atas nama kuasa hukum Eri Hertiawan.

Dalam pokok perkaranya, penggugat memohon agar PN Jakpus menyatakan bahwa Sriwijaya Air dan NAM Air selaku tergugat telah melakukan wanprestasi atas perjanjian kerjasama yang telah disepakati sebelumnya.

Wanprestasi yang dimaksud terhadap Pasal 3 butir 1 dan Pasal 3 butir 5 dari Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian antara Penggugat dengan Tergugat dan Turut Tergugat Nomor CITILINK/JKTSDQG/AMAND-I/6275/1118 tanggal 19 November 2018, sebagaimana diubah berdasarkan Amandemen-II Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen Nomor CITILINK/JKTSDQG/AMAND-II/6274/0219 tanggal 27 Februari 2019 dan Amandemen-III Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Manajemen Nomor CITILINK/JKTSDQG/AMAND-III/6274/0319 tanggal 4 Maret 2019.

Baca Selanjutnya: Gugatan Citilink...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini