Garuda Indonesia Kembali Layani Umrah, Angkut 257 Jemaah di Penerbangan Perdana

Rabu, 12 Januari 2022 17:45 Reporter : Dwi Aditya Putra, Anisyah Al Faqir
Garuda Indonesia Kembali Layani Umrah, Angkut 257 Jemaah di Penerbangan Perdana Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan umrah bagi jemaah Indonesia, seiring dengan telah dibukanya akses masuk ke Tanah Suci. Pada penerbangan perdana umrah di masa adaptasi kebiasaan baru ini, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 257 jemaah melalui layanan penerbangan langsung menuju Madinah.

Dengan kembali dioperasikannya layanan penerbangan umrah bagi jemaah umrah Indonesia, Garuda Indonesia akan melayani sebanyak dua kali penerbangan setiap minggunya, yaitu pada hari Rabu dan Sabtu melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan menggunakan armada Airbus A330-300 yang memiliki kapasitas sebanyak 24 penumpang kelas bisnis dan 263 penumpang kelas ekonomi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, kembali dilayaninya penerbangan umrah ini memiliki makna penting bagi Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier untuk menjalankan komitmennya dalam menyediakan aksesibilitas ke Tanah Suci bagi Jemaah Indonesia.

Perseroan terus berupaya dengan menghadirkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah di era kenormalan baru saat ini.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji termasuk di antaranya Kementerian Agama hingga layanan kebandarudaraan untuk memastikan pemenuhan ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan armada, kebijakan kesehatan penumpang, karantina dan izin penerbangan antar wilayah negara selama masa pandemi hingga edukasi teknis pelaksanaan ibadah umrah dan haji di masa pandemi kepada para calon jemaah.

"Kami tentunya berupaya memastikan komitmen Garuda Indonesia untuk menghadirkan pengalaman perjalanan ibadah yang seamless bagi seluruh jemaah baik pada saat keberangkatan, proses ibadah, hingga kembali lagi ke tanah air, utamanya dalam menghadirkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat dan konsisten di seluruh lini operasional penerbangan," jelas Irfan dalam pernyataannya, Rabu (12/1).

2 dari 2 halaman

Persyaratan Jemaah

Irfan melanjutkan bahwa Garuda Indonesia juga memastikan bahwa seluruh calon jemaah yang turut serta dalam penerbangan tersebut telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan ibadah umrah termasuk telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

Selain itu, para jemaah juga diminta menjalani karantina dengan one gate system di Asrama Haji Pondok Gede selama 1x24 jam (atau H-1 keberangkatan), pemeriksaan tes PCR dengan hasil negatif dari fasilitas kesehatan yang telah diakui oleh Pemerintah Saudi Arabia serta lebih lanjut akan menjalani 'karantina institusional' di hotel yang telah tersertifikasi sebagai lokasi karantina, sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami tentunya akan terus memantau perkembangan dan menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna untuk memastikan kelancaran perjalanan ibadah umrah bagi seluruh calon jemaah," tutup Irfan. [idr]

Baca juga:
Selain Korupsi, Menteri Erick Bongkar Penyakit Lain Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Punya 13 Pesawat ATR 72-600 Berstatus Sewa
Temuan Pemerintah: Korupsi Pesawat ATR Garuda Indonesia Terjadi Pada 2013
Ada Manipulasi Laporan, Kejagung Ungkap Detil Modus Korupsi di Garuda Indonesia

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Garuda Indonesia
  3. Umrah
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini