Garuda Indonesia Kandangkan Satu Pesawat B737-800 NG Diduga Alami Retakan

Rabu, 16 Oktober 2019 14:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Garuda Indonesia Kandangkan Satu Pesawat B737-800 NG Diduga Alami Retakan Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Garuda Indonesia menjalankan prosedur inspeksi dan pemeriksaan komprehensif terhadap armada B737-800 NG yang dioperasikan yang telah mencapai 30.000 siklus terbang sebagai tindak lanjut dari temuan Federal Aviation Administration (FAA)

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan mengatakan, temuan itu, yakni Continued Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) mengenai imbauan pemeriksaan armada B737-800 NG (Next Generation).

"Garuda Indonesia telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pesawat yang memiliki 30.000 siklus terbang, mayoritas pesawat Boeing Seri NG yang dioperasikan Garuda Indonesia masih tergolong baru, sehingga banyak yang belum mencapai angka siklus terbang tersebut," kata Ikhsan.

Terdapat tiga unit Boeing NG yang sudah mencapai siklus terbang 30.000. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Garuda Indonesia telah melakukan antisipasi grounded pada 1 unit B737-800 NG sejak 5 Oktober 2019 yang diduga mengalami retakan pada pickle fork pesawat.

Adapun saat ini Garuda Indonesia tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama Boeing.co sebagai pabrikan pesawat atas temuan tersebut.

"Kami juga terus melaksanakan koordinasi intensif bersama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan dalam menindaklanjuti laporan FAA tersebut tentunya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan sesuai regulasi yang berlaku", katanya.

1 dari 1 halaman

Kementerian Perhubungan Minta Inspeksi Menyeluruh

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menginspeksi seluruh pesawat B737 NG (Boeing 737 NG) atas laporan FAA terhadap penemuan retakan di badan pesawat jenis tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti dalam keterangannya menjelaskan laporan FAA tersebut, yakni perihal kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan di mana ini dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps atau semacam rangka yang membentuk badan pesawat.

Hal itu dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

"Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat," ujar Polana.

Informasi ini diterima oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui laporan FAA CANIC kepada seluruh Otoritas Penerbangan Sipil Dunia (CAA), pada 27 September 2019, yang menyebutkan bahwa seluruh pesawat B737 NG disarankan untuk diperiksa guna mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap pesawat B737 NG. [idr]

Baca juga:
Kemenkeu Kantongi Strategi Cegah Kasus Laporan Keuangan Garuda Indonesia Terulang
Usai Diperiksa KPK, Mantan Pejabat Garuda Hindari Wartawan
Syarat dari Garuda Indonesia Jika Logo Mau Kembali Terpasang di Pesawat Sriwijaya Air
Bos Garuda Proyeksi Seluruh Pesawat Sriwijaya Air Bisa Beroperasi dalam 2 Bulan
Garuda Indonesia Mau Citilink Cabut Gugatan ke Sriwijaya Air
Rini Minta Garuda dan Sriwijaya Air Dahulukan Kepentingan Konsumen

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini