Garuda Indonesia Angkut Harley Ilegal, Bea Cukai Diminta Perbaiki Aspek Intelijen

Selasa, 3 Desember 2019 12:23 Reporter : Anggun P. Situmorang
Garuda Indonesia Angkut Harley Ilegal, Bea Cukai Diminta Perbaiki Aspek Intelijen Menkeu Sri Mulyani. ©Foto Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, angkat bicara mengenai maskapai Garuda Indonesia yang diduga membawa sparepart motor gede (moge) Harley Davidson langka keluaran 1970-an, dari Prancis ke Indonesia. Dia mengatakan, akan melakukan perbaikan penanganan intelijen agar kejadian serupa tak terulang.

"Jadi ya kita akan terus memperbaiki penanganan kita, intelijen kita. Pajak dan bea cukai bersama-sama juga. Kadang-kadang menangani dari pajak dan bea cukai atau dua duanya secara sekaligus," ujar Menteri Sri Mulyani di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (3/12).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, penipuan seperti penyelundupan memang sering kali terjadi melalui berbagai pintu. Walau penanganan sudah canggih, modus penyelundupan juga tak kalah lebih canggih.

"Kalaupun melakukan ini selalu saja ada percobaan untuk lakukan penyelundupan. Karena ya memang pekerjaan mereka menyelundup, jadi mereka akan melakukan itu. Perubahan-perubahan policy dan peningkatan kewaspadaan mereka juga akan makin canggih," paparnya.

Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai sudah melakukan perbaikan sistem secara terus menerus. Selain itu, Bea Cukai juga melakukan kerjasama dengan beberapa negara seperti Singapura untuk menekan penyelundupan.

"Bea Cukai sudah meningkatkan kemampuan mereka kerjasama dengan negara lain terutama Singapura kemarin waktu saya ke sana, dengan Menkeu nya juga akan terus meningkatkan Mou kerjasama Bea Cukai Indonesia dengan Singapura sehingga data yang keluar dari sana masuk ke kita lebih konsisten," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Garuda Indonesia Diduga Angkut Harley Davidson Selundupan

Sebelumnya, sejumlah oknum karyawan maskapai Garuda Indonesia, diduga membawa sparepart motor gede (moge) Harley Davidson langka keluaran 1970-an, dari Prancis ke Indonesia. Karyawan tersebut diduga membawa motor mewah dalam bentuk paketan terpisah menjadi 15 koli.

Barang mewah tersebut diketahui berada di dalam bagasi pesawat Garuda Indonesia. Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kita mau bilang, ada beberapa karyawan kita yang bawa sparepart itu," tutur Ikhsan, saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin (2/11) malam.

Sparepart tersebut dibawa di dalam bagasi, bersamaan dengan karyawan tersebut yang menumpang pesawat. Mereka terbang dari Prancis menuju Indonesia menggunakan pesawat A330-900NEO yang baru saja dipesan Garuda Indonesia.

"Pesawat baru, ada karyawan yang bertugas menjemput pesawat tersebut. Jadi, barangnya ada di dalam pesawat tersebut bersamaan dengan karyawan yang duduk di kabin," ungkap Ikhsan.

Saat tiba di area GMF Aeroasia, seluruh petugas baik dari Garuda ataupun Bea dan Cukai setempat, ikut memeriksa pesawat anyar tersebut. Barulah didapati adanya sparepart sepeda motor langka.

"Karyawan tersebut juga menyadari dan memahami, bila di GMF itu kan kawasan berikat. Jadi ada Bea dan Cukai atau petugas lainnya juga, dia akan mengikuti aturannya," kata Ikhsan.

[bim]

Baca juga:
Jaksa Tangkap Terpidana Korupsi Tiket Garuda di Pekanbaru
Garuda Indonesia soal Peluang Swasta Jual Avtur: Jangan Berandai-andai Lah
Awal Tahun, 1 Pesawat Garuda Indonesia Siap Layani Kargo Merpati Airlines
Garuda Indonesia: Tak Ada Kenaikan Harga Tiket di Libur Natal dan Tahun Baru
Garuda Indonesia Pastikan Pesawat Layani Libur Natal & Tahun Baru Bakal Laik Terbang
Jajaran Direksi Garuda Indonesia Turun Lapangan Pantau Layanan Libur Nataru
Garuda Indonesia Siapkan 2 Pesawat Raksasa Layani Libur Natal dan Tahun Baru

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini