Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Eropa dari Ruang Udara Iran

Kamis, 9 Januari 2020 13:55 Reporter : Idris Rusadi Putra
Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Eropa dari Ruang Udara Iran Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Maskapai Garuda Indonesia mengalihkan rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya. Ini menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.

"Garuda Indonesia menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bucharest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani. Dengan demikian seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa," kata Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M Hutapea dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/1).

Tumpal mengatakan akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut.

"Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga", kata Tumpal.

1 dari 1 halaman

Kemenhub Keluarkan Surat Edaran

surat edaran rev1

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengeluarkan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/1/2/DRJU.DAU/2020 per 8 Januari 2020 perihal Peringatan Overflying, mengingatkan kepada Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan apabila melintas dan berencana melintasi wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah seperti Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman.

Dia menyampaikan bahwa kondisi wilayah udara Irak, Iran, Teluk Persia dan Teluk Oman perlu diwaspadai, mengingat peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut.

"Memperhatikan peningkatan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, khususnya Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman, seluruh maskapai diharapkan dapat meningkatkan kehati - hatian dan juga kewaspadaan," kata Polana.

Saat ini, pesawat yang akan melewati daerah tersebut telah diperintahkan untuk dialihkan (reroute) untuk menjauhi area konflik, termasuk pesawat yang akan terbang menuju dan dari Saudia Arabia.

"Kami akan selalu mengawasi seluruh maskapai nasional yang melakukan penerbangan internasional. Hal itu penting guna terus menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa penerbangan," ujarnya. [idr]

Baca juga:
Ada Konflik Iran-AS, Garuda Indonesia Diimbau Ubah Rute Penerbangan ke Eropa
Garuda Indonesia Minta Maaf dan Lakukan Pemeriksaan Kasus Pilot Arogan
Cerita Penumpang Ditahan Pilot Arogan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Batal Pinjam USD 900 Juta untuk Bayar Utang
JPU: Eks Dirut Garuda Cuci Uang Hasil Suap untuk Beli Apartemen dan Lunasi Rumah
Sidang Perdana, Emirsyah Satar Didakwa Terima Suap atas Pengadaan Pesawat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini