Gara-Gara ini, Eks Karyawan Merpati Bisa Gagal Terima Pesangon Rp318 M

Kamis, 23 Juni 2022 19:56 Reporter : Merdeka
Gara-Gara ini, Eks Karyawan Merpati Bisa Gagal Terima Pesangon Rp318 M Merpati Airlines. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Tim Advokasi Paguyuban Pilot Eks Merpati, David Sitorus mempertanyakan, skema pencairan pesangon eks karyawan PT Merpati Nusantara Airlines senilai Rp 318 miliar. Pembayarannya sudah terutang sejak 2014, dan hingga kini belum mendapat titik terang.

Pasca Merpati dinyatakan pailit, David buka kemungkinan, proses pencairan pesangon bakal berjalan lebih lambat, atau bahkan bisa saja tak terbayarkan.

David lantas menyoroti alasan kepailitan Merpati versi Menteri BUMN Erick Thohir, yakni agar aset-aset perseroan bisa dijual dan menjadi prioritas pembayaran pesangon karyawan.

Namun, dengan mengikuti proses hukum pailit yang berjalan saat ini, dia menilai eks karyawan Merpati malah dihadapi ketidakjelasan. Lantaran pencairan pesangon berada di banyak kreditur terpisah yang juga punya tanggungan untuk perseroan.

Kreditur Merpati sendiri berasal dari banyak pihak. Semisal perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra perusahaan pelat merah itu ketika beroperasi, seperti PT Pertamina (Persero) untuk penyediaan avtur dan bank-bank Himbara.

"Nilai pesangon Rp 318 miliar. Akan tetapi statemen Bapak Erick Thohir ini apabila pertemuan nanti diserahkan ke dalam kurator dan hukum pailit, klien kami bukan prioritas, karena dia akan ditempatkan di bawah kreditur separatis," ujarnya saat ditemui di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6).

David menjelaskan, dirinya beserta tim advokasi terus melobi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk kejelasan pembayaran pesangon.

"Nah pesangon ini seperti apa? Kalau (melalui) UU pailit makan waktu yang lama," keluhnya.

Bila mengikuti alur hukum pailit, eks karyawan Merpati disebutnya akan kebingungan lantaran belum tahu kreditur mana yang punya hak untuk membayarkan pesangon.

"Bisa saja aset-aset yang dijual, nantinya karyawan ditempatkan pihak no tiga, bisa saja pembayaran itu tidak ada pembayarannya," pungkas dia.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Pemerintah Soal Pesangon Karyawan Merpati

soal pesangon karyawan merpati rev1

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal membubarkan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau Merpati Air. Hal itu disampaikan Staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Menurutnya, Kementerian BUMN saat ini memastikan perusahaan tersebut sedang menjalani proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

"Merpati dipastikan tidak akan terbang lagi. Kalau untuk (pembubaran) Merpati akan masuk ke sana, ke PKPU," kata Arya.

Arya tak menampik, Merpati sedang menghadapi masalah pembayaran sisa pesangon karyawannya. Kendati begitu, dalam proses penyelesaiannya, PT Merpati akan mengikuti perjanjian awal antara perusahaan dan pegawai.

"Dulu ada perjanjian, mereka dibayar kalau ada investor masuk. Jadi mengenai karyawan (Merpati Air), kami hanya mengikuti apa yang dulu diputuskan bersama," katanya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Eks Karyawan Merpati Minta Erick Thohir Cairkan Pesangon Rp318 Miliar
Dinyatakan Pailit, Ini Nasib Karyawan Merpati Airlines
Pesangon Belum Dibayar, Puluhan Mantan Pilot Merpati Mengadu ke DPR
Merpati Air Masuk Daftar BUMN Akan Dibubarkan, Bagaimana Nasib Pesangon Karyawan?
Nasib Garuda Indonesia Potensi Seperti Merpati
YLKI: Kembalinya Merpati Bakal Kurangi Dominasi Maskapai di Penerbangan RI
Said Didu: Biar Lebih Lincah, Merpati Sebaiknya Dipegang Swasta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini