Gapeka 2019 Diterapkan, Jumlah Pengoperasian Kereta Bertambah dan Jadwal Berubah

Senin, 18 November 2019 12:36 Reporter : Merdeka
Gapeka 2019 Diterapkan, Jumlah Pengoperasian Kereta Bertambah dan Jadwal Berubah Ilustrasi kereta api . ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Serjio74

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengubah jadwal keberangkatan kereta, menyesuaikan jumlah pengoperasian kereta. Hal ini ditetapkan dalam Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019 yang mulai berlaku 1 Desember 2019.

Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro ‎mengatakan, ‎penetapan Gapeka 2019 melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI (Persero).

Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta api.

"Penetapan Gapeka 2019 ini untuk menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," kata Edi di Gedung Jakarta Railways Center, Jakarta, Senin (18/11).

1 dari 1 halaman

Keunggulan Gapeka 2019

Dia mengungkapkan, keunggulan Gapeka 2019 dibandingkan dengan Gapeka 2017 ialah melayani lebih banyak kereta yaitu 382 kereta atau naik 15 persen penambahan kecepatan prasarana, penambahan kapasitas lintas melalui jalur ganda, dan memfasilitasi hadirnya kereta baru dengan rincian sebagai berikut:

Kereta Anjasmoro, relasi Jombang - Pasar Senen PP, Kerte Dharmawangsa, relasi Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen PP, dan kereta Sancaka Utara, relasi Surabaya Pasar Turi - Kutoarjo PP.

Penggunaan Gapeka 2019 ini juga akan berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api, perubahan waktu tempuh, perubahan relasi kereta dan perubahan nama beberapa stasiun dengan rincian sebagai berikut, perubahan jadwal kereta Seperti, kereta Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Surabaya Pasarturi, yang semula berangkat pada pukul 09.30 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 08.15 WIB atau lebih awal 75 menit, dan lainnya.

Perubahan waktu tempuh Kereta seperti, kereta Pasundan relasi Bandung Kiaracondong ke Surabaya Gubeng mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 82 menit dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit, dan lainnya.

Perpanjangan relasi kereta Argo Wilis dan Turangga sebelumnya Surabaya Gubeng - Bandung pp kini menjadi Surabaya Gubeng - Bandung - Gambir pp, dan lainnya.

Dengan diberlakukannya Gapeka 2019, Edi mengingatkan seluruh calon penumpang kereta pada masa Nataru 2019-2020, untuk memastikan kembali jadwal perjalanan keret yang akan dipesan.

Edi menegaskan, Gapeka 2019 dibuat untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan akan layanan kereta api yang dapat diandalkan.

"KAI selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Melalui Gapeka 2019, kami berharap semakin banyak lagi masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Penumpang Diprediksi Naik, KAI Tambah Operasi Kereta di Libur Natal dan Tahun Baru
Lima Pekerja Tertimbun Longsor Proyek Double Track Bogor-Sukabumi, 2 Tewas
KAI Mulai Antisipasi Kenaikan Penumpang saat Libur Natal dan Tahun Baru
KAI Beli 36 Lokomotif yang Bisa Serap Biodiesel 20 Persen
KAI Rancang Aturan Baru, Harga Tiket Kereta Berbeda Sesuai Lama Waktu Keberangkatan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini