Gandeng Mitsubishi, Sriboga ingin ekspor terigu kuasai ASEAN

Selasa, 26 Februari 2013 11:39 Reporter : Ardyan Mohamad
Gandeng Mitsubishi, Sriboga ingin ekspor terigu kuasai ASEAN Terigu.. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sriboga Raturaya, produsen terigu nomor tiga di Indonesia melakukan kerja sama investasi dengan Mitsubishi Corporation. Perjanjian ini akan dimanfaatkan untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke kawasan Asia Tenggara.

Presiden Direktur Sriboga Raturaya Alwin Arifin menyatakan, pihaknya punya alasan sendiri menggandeng Mitsubishi. Perusahaan tersebut dipandang sangat bonafid dan punya rekam jejak panjang dalam produksi terigu.

Sriboga mengaku mendapat keuntungan menggandeng perusahaan Jepang tersebut. Sebab, Mitsubishi memiliki jaringan pemasok gandum yang dapat menjadi alternatif.

"Mitsubishi itu perusahaan holding terbesar di Jepang. Mitsubishi punya pabrik terigu juga, Nitto Flour Mill, nomor dua di Jepang, kami nomor tiga di Indonesia. Kenapa kami berpartner, karena Mistsubishi memiliki network yg baik khususnya dalam jaringan impor gandum dari Australia," ujarnya di Sudirman, Jakarta, Selasa (26/2).

Wujud konkret kerja sama yang telah disepakati, Mitsubishi membeli 10 persen saham anak perusahaan Sriboga, yaitu PT Sriboga Flour Mill. Nilai investasinya sebesar USD 30 juta, dilakukan bertahap sampai tiga tahun ke depan.

"Alokasi USD 30 juta dari investasi itu pertama untuk modal kerja, sisanya untuk ekspansi perusahaan. Kita bersama Mitsubishi melihat pertumbuhan terigu cukup tinggi, setiap tahun tumbuh 7 persen," kata Alwin.

Di sisi lain, keuntungan utama investasi ini adalah meningkatnya ekspor terigu Sriboga ke pasar-pasar yang juga dikuasai Mitsubishi. Saat ini produksi pabrik yang pertama beroperasi sejak 1998 ini, 95 persen untuk pasar domestik.

"Dengan masuknya Mitsubishi ke Sriboga, maka captive market mereka jadi captive market kami juga. Termasuk pemasaran ekspor ke customer-customer Mitsubishi di ASEAN," jelasnya.

Pengusaha yang juga memiliki jaringan waralaba restoran pizza Hut ini percaya suntikan dana dari Mitsubishi dapat meningkatkan kinerja pabrik gandumnya. Saat ini kapasitas produksi Sriboga Flour Mill 1.900 ton per hari gandum dikalikan 300 hari kerja, dengan optimalisasi alat mencapai 80 persen. Dengan itu, perusahaan yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah ini menguasai 7 persen pangsa pasar terigu nasional.

"Tahun depan kita naikkan 2.500 ton per hari, jadi dengan Mitsubishi pangsa pasar kita bisa naik 10 persen," tegasnya.

Dua perusahaan ini juga berencana membangun pabrik di Jawa Tengah. Namun sampai sekarang belum mendapat lokasi yang pasti.

Presiden Direktur Mitsubishi Indonesia Jumpei Kato mengakui rencana kerja sama dengan Sriboga sudah dibicarakan lebih dari satu dekade. Namun wacana itu batal lantaran krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997-1998.

Kini, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sehat dan stabil, Kato percaya bisnis terigu bakal menguntungkan kedua pihak.

"Indonesia punya 240 juta penduduk dengan rata-rata berusia di bawah 30 tahun, itulah alasan utama banyak perusahaan Jepang ingin berbisnis di negara ini, karena konsumsi masih sangat tinggi," kata Kato.

Kontribusi pendapatan terigu untuk Sriboga diharapkan mencapai Rp 2,1 triliun tahun ini. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini