Freeport Siapkan Investasi Rp283 Triliun untuk Keruk Emas di Papua

Selasa, 4 Oktober 2022 14:10 Reporter : Idris Rusadi Putra
Freeport Siapkan Investasi Rp283 Triliun untuk Keruk Emas di Papua freeport. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Chairman of the Board and CEO Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson mengatakan pihaknya telah menyiapkan tambahan investasi senilai USD 18,6 miliar atau sekitar Rp283 triliun untuk menopang kegiatan operasional sepanjang 2021-2041.

Adkerson menyebutkan, sepanjang 1970-2021, Freeport telah menginvestasikan hampir USD 20 miliar dalam pengembangan operasi pertambangan di Papua itu.

"Kami berencana untuk menggelontorkan hampir USD 20 miliar lagi dan kemudian lebih dari USD 3 miliar di Gresik, untuk membangun smelter," katanya dalam Orasi Ilmiah: Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal yang digelar di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur dikutip dari Antara, Selasa (4/10).

Secara rinci, berdasarkan bahan paparannya, investasi sebesar USD 18,6 miliar itu terbagi menjadi USD 15,6 miliar penanaman modal dan USD 3 miliar untuk pengembangan smelter.

Adkerson mengakui Freeport telah mengeluarkan banyak dana untuk mendukung operasi pertambangan di pegunungan Papua itu. Dia bahkan menyebut orang yang menemukan tambang tersebut awalnya ragu soal pengembangan tambang tembaga itu.

"Dari tahun 1970 hingga 2021 kami menginvestasikan hampir USD 20 miliardalam mengembangkan operasi ini, di Papua, di gunung, di mana orang yang menemukan tambang dan mengatakan tambang itu tidak akan pernah bisa dikembangkan," katanya.

2 dari 2 halaman

Dampak Ekonomi

Adkerson menambahkan, meski modal yang dikeluarkan begitu besar, namun dampaknya secara ekonomi sangatlah besar.

Dia menyebut sepanjang 1992-2022 atau 20 tahun periode kontrak, manfaat langsung yang diterima pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, biaya lainnya dan dividen mencapai hingga USD 23,1 miliar.

"Ke depan, dengan operasi kami yang semakin berkembang dan pasar tembaga yang lebih baik, kami meyakini dalam 20 tahun ke depan setidaknya akan ada manfaat langsung senilai USD 80 miliar," katanya.

Adkerson juga mengatakan peluang untuk jangka panjang masih sangat besar karena ada sumber daya bijih yang potensial untuk dikembangkan sebesar 3 miliar ton, tidak termasuk cadangan.

"Kita punya sumber daya, tidak termasuk cadangan bijih, tapi kami belum menggali sampai kedalaman itu untuk menemukan sumber daya yang mungkin kita dapat. Maka itu jadi peluang yang besar untuk semua stakeholders, pekerjanya, masyarakat sekitar, orang Indonesia hingga pemegang sahamnya," katanya.

Sejak Grasberg open pit selesai ditambang pada 2020, Freeport masih memiliki beberapa cadangan lain, seperti Deep Ore Zone Block Cave hingga 2022, Big Gossan Stope hingga 2038, Deep Mill Level Zone Block Cave hingga 2040, Grasberg Block Cave sampai dengan 2044, serta Kucing Liar Block Cave hingga 2052.

Baca juga:
Lukas Enembe Mengaku Punya Tambang Emas, KPK: Buktikan di Persidangan
Cerita Jokowi Dulu Sulit Minta Freeport Buat Smelter
Momen Jokowi Kunjungi Rumah Ibadah Bawah Tanah di Pertambangan Papua
Erick Thohir: Digitalisasi Tambang Freeport Bakal Dongkrak Produksi 25 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini