Fokus E-Commerce Jadi Penyelamat Industri Ritel di Tengah Pandemi

Senin, 25 Oktober 2021 14:40 Reporter : Merdeka
Fokus E-Commerce Jadi Penyelamat Industri Ritel di Tengah Pandemi ilustrasi belanja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah masih perlambatan penjualan domestik yang mencapai 7,4 persen, pemain industri mesti jeli untuk melihat celah pasar baru yang masih tumbuh. Dibutuhkan strategi inovatif yang berani untuk memanfaatkan peluang-peluang baru yang terbentuk selama masa pandemi, termasuk fokus pada inovasi produk dan penjualan digital.

Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Fariz memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan yang strateginya fokus pada penguatan e-commerce akan menuai hasil dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya PT Unilever Indonesia Tbk, (Unilever).

"Saat ini, strategi Unilever di lini e-commerce sudah berjalan dengan growth sebesar dua kali lipat dalam kurun 2 tahun terakhir. Kontribusi pendapatan e-commerce dari total pemasukan Unilever sudah berada di rentang 4-5 persen, dalam 5 tahun mendatang seharusnya bisa hingga 10 persen," ujar Fariz dikutip Senin (25/10).

Fariz menjelaskan bahwa pilihan strategi perseroan untuk memperbanyak portofolio produk juga sudah tepat, terutama di segmen premium.

Fariz menambahkan, pengaruh harga komoditas masih akan menjadi perhatian perusahaan mengingat akan berpengaruh terhadap bahan baku produk.

"Komoditas global memang tidak bisa di kontrol dan harganya naik sangat kencang. Harga bahan baku masih akan menjadi pinching factor bagi gross margin perusahaan FMCG. Jadi kunci bertahannya di efisiensi dan terus mendorong pertumbuhan pangsa pasar."

Ditambahkan Fariz, dengan penambahan volume dan pangsa pasar maka perseroan bisa tetap profit. Tapi pada titik tertentu diprediksi akan terjadi kenaikan harga yang dibebankan ke konsumen untuk menopang kinerja positif perseroan. Diyakini bahwa tahun 2022 akan jadi tahun yang tepat untuk melakukan koreksi harga jual konsumen mengingat tahun depan kondisi pandemi sudah semakin terkendali.

2 dari 2 halaman

Laba Bersih Rp4,4 Triliun

Sementara itu, Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menjelaskan bahwa bahwa PPKM darurat pada kuartal III 2021 memberikan pengaruh yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya.

Meski begitu perseroan tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun dan menjalankan berbagai upaya untuk menjaga momentum positif, termasuk sudah lima strategi prioritas untuk 2022. Memperkuat kepemimpinan di e-commerce dan perluasan portfolio menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang 2025, ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia di tahun 2022 untuk meningkatan pertumbuhan yaitu pertama, memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen;.

Kedua, memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment. Ketiga, memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-Commerce). Keempat, memimpin di Digital & Data Driven capabilities dan kelima, tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Ira

Ira menegaskan bahwa perseroan memilih bauran strategi yang terintegrasi dengan inovasi dan perluasan cakupan potensi konsumen di pasar digital, didukung dengan otomasi dalam sistem operasi yang berbasis data. Harapannya Unilever bisa lebih menjawab kebutuhan pasar, dan tetap kompetitif.

Dari sisi Unilever, Ira mengatakan bahwa pelaku usaha FMCG sangat terdampak dengan volatilitas harga komoditas yang terjadi. Namun demikian, Perseroan harus tetap menjaga daya beli masyarakat agar tetap mampu menjangkau produk yang berkualitas.

"Mempertimbangkan kondisi yang kita semua hadapi di kuartal tiga, situasi masih akan menantang karena membutuhkan waktu transisi yang tidak sebentar sebelum konsumen dapat kembali ke purchasing behaviour sebelum pandemi. Meski demikian, kami optimis bahwa dengan strategi kami, Perseroan sudah di jalur yang tepat untuk kembali menuju pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan. Kami berharap bahwa situasi akan terus membaik, perekonomian Indonesia akan kembali bangkit, demikian pula halnya dengan Perseroan," pungkas Ira.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Berdampak Mulia ke Petani, Maudy Ayunda Investasi di Startup Segari
Tips UMKM Perluas Pasar di E-commerce
Strategi Bukalapak Bersaing di Tengah Maraknya Marketplace
Ini Ancaman dan Peluang Makin Maraknya E-Commerce di Tanah Air
Startup Indonesia Ini Raih Pendanaan Rp1,24 T, Termasuk dari Orang Terkaya Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini