Fitch nilai pembatasan harga dan volume bibit ayam temporer

Kamis, 1 Mei 2014 14:00 Reporter : Moch Wahyudi
Fitch nilai pembatasan harga dan volume bibit ayam temporer Ayam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gravicapa

Merdeka.com - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai bahwa kebijakan pemerintah membatasi harga dan volume bibit ayam atau Day Old Chicken (DOC) hanya bersifat sementara. Oleh karenanya, itu tidak berdampak terhadap rating perusahaan pakan ternak PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (BB-/A+(idn)/Stabil) 

Demikian diungkapkan Fitch Ratings dalam siaran pers, kemarin.

"Pada pertengahan April, Kementerian Perdagangan memberlakukan batas maksimum harga DOC di Rp 3.200 per ekor dan penurunan volume DOC sebesar 15 persen untuk menjaga jumlah pasokan dan membantu peternak ayam skala kecil yang membeli DOC dan kemudian membesarkannya."

 Berdasarkan penjelasan kementerian peternak menjual ayam dan telur dengan harga yang lebih rendah ketimbang biaya produksi. Harga rata-rata Japfa untuk penjualan DOC pada 2013 adalah Rp 4.700 per ekor. Sehingga penetapan batas atas harga bibit ayam akan merugikan Japfa.

Fitch berharap pembatasan harga tersebut tidak diberlakukan secara ketat dan berkelanjutan. Ini didasarkan pada ekspektasi bahwa tingkat konsumsi unggas akan terus meningkat dalam jangka panjang. Biaya produksi yang berfluktuasi perlu dibebankan kepada konsumen untuk memastikan keberlangsungan produsen DOC. 

"Kami tidak mengharapkan pengaruh yang material terhadap profil kredit Japfa karena kami berpendapat peraturan ini bersifat jangka pendek."

Menurut Fitch, kerugian dari bisnis DOC tersebut bisa ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh Japfa dari bisnis peternakan komersial menyusul adanya peningkatan harga ayam broiler selepas aturan terkait bibit ayam ini dikeluarkan. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Fitch
  2. Telur Ayam
  3. Kemendag
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini